Jago Lagu

Tahukah Kamu? Joe Biden Bikin Huawei dan ZTE Makin Merana

Tahukah Kamu? Joe Biden Bikin Huawei dan ZTE Makin Merana

Tahukah Kamu? Joe Biden Bikin Huawei dan ZTE Makin Merana (Kompas)

YukCopas.my.id - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih berlanjut. Presiden AS, Joe Biden, baru-baru ini mengesahkan aturan yang membuat Huawei, ZTE dkk makin merana.

Joe Biden menandatangani undang-undang (UU) yang menghentikan perusahaan teknologi sesuai Huawei dan ZTE, menerima lisensi peralatan terkini dari regulator telekomunikasi AS, Federal Communications Commission (FCC). 

Regulasi tersebut, membuat FCC tak lagi harus mengulas atau menyetujui permohonan apapun yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.

Joe Biden Bikin Huawei dan ZTE Makin Merana


UU yang dinamai Secure Equipment Act tersebut juga telah menerima persetujuan para Senat AS pada 28 Oktober lalu, dan sekitar satu bulan sebelumnya oleh DPR AS dengan sistem hasil voting hingga 420-4 (mayoritas setuju).

Adapun perusahaan China yang dilibatkan dalam peraturan ini adalah mereka yang dianggap sebagai ancaman keamanan AS sesuai Huawei, ZTE, Hikvision, dkk.


Aturan ini ditandatangani beberapa hari sebelum Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping menjalani pertemuan virtual.

Lahirnya undang-undang ini akan membuat perusahaan teknologi dan telekomunikas asal China akan kesulitan masuk Amerika Serikat.

Menurut seorang komisioner FCC, Brendan Carr, UU ini akan mempermudah pemerintah AS mengamankan negaranya dari berbagai barang atau komponen China yang mencurigakan.


"Aturan ini akan membantu untuk memastikan bahwa peralatan atau komponen yang tergolong tidak aman, dari perusahaan sesuai Huawei dan ZTE, tidak dapat lagi masuk ke dalam jaringan komunikasi AS," kata Carr dikutip KompasTekno dari Reuters, Selasa (16/11/2021).


Permintaan FCC


Sebelumnya, pada Maret lalu, FCC sempat mengumumkan lima perusahaan yang berpotensi mengancam keamanan pada jaringan komunikasi AS.

Kelima perusahaan tersebut mencakup Huawei, ZTE, Hytera Communications, Hangzhou Hikvision Digital Technologi, dan Zhejiang Dahua Technology.

Kemudian pada Juni, FCC berharap adanya percepatan terkait aturan untuk melarangan pemberian lisensi komponen atau alat komunikasi yang berasal dari China.


Dengan aturan tersebut, FCC juga dapat mencabut kembali lisensi yang sebelumnya telah diberikan ke perusahaan-perusahaan China yang dianggap berbahaya, sehingga mereka tak lagi menjadi ancaman AS.

Bulan lalu, FCC juga mencabut izin operasi anak perusahaan China Telecom yang berbasis di AS untuk beroperasi di Amerika Serikat, dengan ungkapan masalah keamanan nasional.


"AS masih menekan China dengan memanfaatkan kekuatannya, dan menganggap (China) sebagai ancaman keamanan nasional, meski mereka tidak memiliki satupun bukti terkait hal tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Juni lalu.


Sementara itu, Huawei, salah satu perusahaan yang dianggap berbahaya, menyebut aturan tadi "menyesatkan dan tidak penting".Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

(KOM)

Total dibaca: 107x | Berikan Komentar!


Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Oops, Jelang Muktamar Ke34 NU, Ketua PW GP Ansor Jatim Minta Jauhi Narasi Pertikaian di Ruang Publik