Jago Lagu
Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Lagi Viral, Facebook Perpanjang Blokir Akun Donald Trump 2 Minggu karena Rusuh di Capitol Hill

Lagi Viral, Facebook Perpanjang Blokir Akun Donald Trump 2 Minggu karena Rusuh di Capitol Hill

Lagi Viral, Facebook Perpanjang Blokir Akun Donald Trump 2 Minggu karena Rusuh di Capitol Hill (Tribun)

YukCopas.my.id - Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Facebook dan anak perusahaannya, Instagram akan terus memblokir akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hingga Presiden Terpilih Joe Biden menduduki Oval Office.

CEO Facebook Mark Zuckerberg menyebut aksi kerusuhan yang dilakukan simpatisan Trump pada hari Rabu di Capitol jadi ungkapan di balik pemblokiran tersebut.

"Risiko mengizinkan Presiden (Trump) untuk terus menggunakan layanan kami, selama menjelang pelantikan Biden 'terlalu besar'," kata Zuckerberg.

Ia mengumumkan hal itu dalam sebuah postingan pada Kamis kemarin bahwa akun Trump akan tetap diblokir, setidaknya hingga dua pekan ke depan.


Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (8/1/2021), Zuckerberg menyebut Trump bermaksud menggunakan sisa waktunya di Gedung Putih untuk merusak momen transisi kekuasaan yang damai dan sah ke Biden.


Menurutnya, Trump dapat saja sengaja menggunakan Facebook untuk menghasut pemberontakan dengan aksi kekerasan terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis.

Zuckerberg mengklaim bahwa postingan terkini Trump terkait kecaman terhadap 'pemilihan presiden yang dicuri' dimaksudkan untuk memprovokasi kekerasan lebih lanjut antara pendukung dan musuh.


"Ia bersikeras seluruh negara sekarang harus bergabung bersama untuk memastikan pelantikan Biden jauh dari kata damai dan sesuai dengan norma demokrasi yang ditetapkan," trgas Zuckerberg.

Sebelumnya, raksasa media sosial itu telah menghapus atau memberi label pada beberapa postingan Trump hari Rabu lalu, saat para pendukungnya mulai menyerbu Capitol Hill.


Facebook menyebut postingan Trump sebagai hasutan untuk menjalani tindakan kekerasan.

Jika Trump diizinkan untuk terus memposting, Zuckerberg menilai Trump hanya akan terus memprovokasi para pendukungnya.


Zuckerberg mengakui bahwa platformnya sebelumnya telah mengizinkan Trump dan tokoh kontroversial lainnya untuk memposting konten yang tidak pantas.


Hal ini dilandasi ungkapan bahwa publik 'memiliki hak untuk akses seluas mungkin untuk informasi politik'.

Namun ia mengklaim konteks saat itu secara fundamental berbeda dengan apa yang terjadi saat ini.

Karena saat ini, kerusuhan muncul kurang dari sebulan masa pemerintahan Trump.


Di sisi lain, Trump sejak lama telah berulang kali berjanji untuk melucuti Facebook dan media sosial sejenisnya.

Kerusuhan yang terjadi sejak Rabu lalu di Capitol Hill menewaskan empat orang, termasuk seorang veteran Angkatan Udara, Ashli ​​Babbitt yang ditembak oleh polisi saat mencoba mendobrak pintu gedung Capitol.

Sedangkan tiga orang lainnya, disebut polisi tewas karena kondisi 'darurat medis'.

Sementara pihak berwenang sangat menyadari bahwa simpatisan pro Trump itu berencana menjalani aksi di Washington pada hari itu.

Saat kekacauan terjadi, Trump akhirnya mendesak simpatisannya untuk menghentikan aksi dengan ungkapan 'kedamaian'.


Namun, dorongan itu dipandang oleh beberapa orang sebagai dukungan atas tindakan simpatisannya dalam mengganggu penghitungan suara Electoral College.

(TRI)

Total dibaca: 94x | Berikan Komentar!


Ayuk Kamila
Penulis : Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Ternyata Pemain Lokal Dukung Aturan Kerja Sama OTT Asing dengan Operator Telko di RPP Postelsiar