Jago Lagu
Jago Lagu

Waduh! BOR untuk Pasien Covid19 di Bantul Mencapai 95 Persen

Waduh! BOR untuk Pasien Covid19 di Bantul Mencapai 95 Persen

Waduh! BOR untuk Pasien Covid19 di Bantul Mencapai 95 Persen (Kompas)

YukCopas.my.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyebutkan bahwa keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 di angka 90-95 persen.

"Untuk BOR saat ini 90-95 persen penuh, karena sesuai RS Panembahan Senopati, total isolasi 55 sudah full, PKU Muhammadiyah penuh, 41 (bed) terisi semua. Terus RS Lapangan Khusus Covid-19 juga selalu penuh," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja saat ditemui di Kompleks Parasamya, Jumat (2/7/2021).

Menurut Budi, tingginya kasus di Bantul karena saat ini penularan sudah cukup masif.

BOR untuk Pasien Covid19 di Bantul Mencapai 95 Persen


Untuk itu, Dinkes meminta agar masyarakat lebih disiplin protokol kesehatan.

Saat ini, untuk melayani masyarakat dalam kategori ringan, Dinkes Bantul menambah satu shelter atau tempat isolasi baru di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.


SKB ini dapat menampung 68 orang.

Sebelumnya terdapat 3 shelter di Kabupaten di Bantul, yakni Semaul Kapanewon Bambanglipuro dengan kapasitas 15 tempat tidur, shelter Niten kapasitas 88 tempat tidur, dan shelter Patmasuri dengan kapasitas 60 tempat tidur.

Agus mengatakan, pihaknya juga menambah jumlah tempat tidur, yakni di Patmasuri yang ditambah 40 tempat tidur.


"Kita masih menjalani penjajakan shelter untuk mengantisipasi adanya lonjakan. Jadi intinya bahwa pemerintah hadir memberi pelayanan kepada masyarakat," kata Agus.


Menurut data dalam situs resmi Kementerian Kesehatan, ada 351 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul.


Pihak Dinkes melalui puskesmas selalu memantau perkembangan pasien yang sedang isolasi mandiri.

Pihaknya juga mengirimkan obat dan vitamin yang diperlukan.

Agus mengatakan, Dinkes menerapkan sistem level dalam penanganan pasien Covid-19.


Level berdasarkan kondisi pasien untuk menentukan penanganan dan rujukan rumah sakit.

(KOM)

Total dibaca: 130x | Berikan Komentar!


Oleh: Bram Dika Admaja
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Hmmm, Riset: Konsumen RI Rogoh Kocek Rp500 Ribu saat Belanja Online