Jago Lagu
  • Sabtu, 16 Jan 2021
  •  

Tahukah Kamu? UPDATE Nama Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang Berhasil Diidentifikasi

Tahukah Kamu? UPDATE Nama Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang Berhasil Diidentifikasi

Tahukah Kamu? UPDATE Nama Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang Berhasil Diidentifikasi (Tribun)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM - Hingga saat ini, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi empat korban pesawat Sriwijaya Ari SJ 182 yang jatuh.

Tiga korban berhasil diidentifikasi pada Selasa (12/1/2021).


Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

"Pada hari ini juga, tim melaksanakan rekonsiliasi dan pada hari ini dapat mengidentifikasi tiga orang," kata Rusdi Hartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).


Rusdi pun merinci ketiga orang tersebut atas nama Fadli Satrianto, Khasanah, dan Ashabul Yamin.

"Pertama korban atas nama Fadli Satrianto, kedua atas nama Khasanah, ketiga atas nama Ashabul Yamin," tambah Rusdi.

Ia menjelaskan, bahwa hasil identifikasi ini adalah kerja tim DVI yang menjalani pencocokan data antemortem dan postmortem.


"Ini hasil rekonsiliasi dari tim terdapat tiga korban yang teridentifikasi," jelasnya.

Sebelumnya, pada Senin (11/1/2021), Tim DVI berhasil mengidentifikasi yakni atas nama Okky Bisma (29).


"Hasil rekonsiliasi tersebut sore ini tim dapat identifikasi salah satu korban kecelakaan atas nama Okky Bisma. Ini kita dapat identifikasi satu korban yang mengalami kecelakaan," kata Rusdi.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Kapus Inafis Polri Brigjen Pol Hudi Suryanto menjelaskan, potongan tubuh yang teridentifikasi berupa tangan korban.

Pihaknya berhasil mengidentifikasi potongan tubuh tersebut dari sidik jari korban. Lalu, menjalani pencocokan dengan alat serta data E-KTP dan manifes penerbangan.


"Terhadap kantong mayat kami terima, Pus Inafis menjalani identifikasi yang kami peroleh body part berupa tangan kanan lengkap jarinya masih menarik dan memudahkan kami," ucapnya.

"Ketika kami identifikasi kita dapat identitas yang sesuai yang disampikan Karo Penmas," jelas Hudi.

306 Personil Gabungan Diturunkan untuk Identifikasi Korban



Sebanyak 306 personil gabungan diturunkan dalam proses identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Kepala Biro Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan tim gabungan yang terlibat merupakan ahli bidang forensik dan kedokteran yang terdiri dari TNI, Polri, dan dari ikatan dokter ahli forensik.

"Semua, ahli. Semua dalam bidang forensik, itu ada semua terlibat. Ada kedokteran, TNI, Polri dan dari ikatan dokter ahli forensik kita, ikut dalam tim utk menjalani indentifikasi di sini," kata Brigjen Rusdi pada konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Senin (11/1/2021).

Pihak RS Polri juga memberikan bimbingan psikologis kepada para keluarga korban untuk membantu secara emosional agar dapat menerima musibah

"Kita memberikan bimbingan kpd kluarga korban agar keluarga korban scr psikologis tdk terganggu dan bs menerima musibah itu," ujar Rusdi


"Ya, mudah-mudahan semua berjalan efektif dapat membantu keluarga korban menerima keadaan dan psikologi keluarga korban dapat tetap normal," lanjutnya.

Rusdi belum dapat memastikan secara rinci kapan proses identifikasi jenazah korban dapat diselesaikan.

Namun ia dan timnya berupaya bekerja keras untuk dapat mengumpulkan data ante mortem dari para keluarga korban untuk memudahkan dan mempercepat proses identifikasi.

"Tidak ada (target) karena terpenting ketepatan bukan kecepatan, maka kami minta kesabaran keluarga korban," ujarnnya.

Sebelumnya Rusdi menyebut hingga pukul 9 pagi, RS Polri Kramat Jati telah menerima 16 kantong jenazah korban dan juga 3 kantong berisi properti korban dari Sriwijaya Air SJ - 182 pada Senin (11/1/2021).

RS Polri juga telah menerima 40 sampel DNA, dengan rincian 14 sampel itu didapatkan di RS Polri di Kramat Jati, kemudian 24 sampel didapatkan dari Pontianak, satu sampel dari Jawa Timur, kemudian satu sampel dari Sulawesi Selatan.

Kondisi Jenazah Jadi Tantangan

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi menyebut kondisi jenazah korban yang tidak utuh akan menjadi kendala tersendiri bagi tim DVI dalam menjalani proses identifikasi.

"Baru hari ini lah kita akan memeriksan kiriman body part dari TKP. Memang kendala memperoleh kondisi jenazah tidak utuh tantangannya lebih berat," kata Ahmad Fauzi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

Meski demikian, Fauzi mengatakan bahwa tantangan itu tak menyurutkan tim DVI untuk berhenti mengidentifikasi korban.

"Tapi tidak berarti itu tidak dapat dilakukan," tambahnya.

Fauzi mengatakan, tim DVI memiliki teknik-teknik tertentu untuk mengidentifikasi korban dalan kondisi tidak utuh. Sehingga dapat minimalisir sampel tidak dapat dibaca. 

Ia pun tak merinci secara detail teknik apa yang akan digunakan dalam proses identifikasi itu.

(TRI)

Total dibaca: 22x | Berikan Komentar!


Bram Dika Admaja
Penulis : Bram Dika Admaja
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (2)
Bram Dika Admaja
13 Jan 2021, 07:10 WIB

superrr sekali yaa?

Bayu Setiawan
13 Jan 2021, 07:10 WIB

waduh keren abis hehe

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Update Terbaru, Kicauan di Twitter Bisa Langsung Dibagikan ke Snapchat