• Jumat, 14 May 2021
  •  

Harus Tahu Fakta Penumpang Wings Air Bercanda Bawa Bom di Koper, Buntutnya Berurusan dengan Polisi

Harus Tahu Fakta Penumpang Wings Air Bercanda Bawa Bom di Koper, Buntutnya Berurusan dengan Polisi

Harus Tahu Fakta Penumpang Wings Air Bercanda Bawa Bom di Koper, Buntutnya Berurusan dengan Polisi (Kompas)

YukCopas.my.id - Seorang penumpang pesawat Wings Air berinisial FAR yang mengaku membekali bom dalam koper miliknya harus menanggung konsekuensi.

Ia terpaksa berurusan dengan petugas polisi di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena ulahnya tersebut.

 

Motif FAR menjalani aksinya disebut lantaran kecewa soal biaya over bagasi.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Rishian Krisna Budhiaswanto menuturkan, kejadian itu bermula pada Minggu (2/5/2021) pukul 14.00 Wita, saat FAR beserta anaknya menjalani check in di Bandara Frans Seda.


FAR hendak berangkat menggunakan maskapai Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1941 tujuan Maumere-Makasar-Jakarta. Jadwal penerbangan pukul 15.00 Wita.


"Tak berselang lama, FAR ditahan petugas Up Cek Aviacion Security, karena mengatakan koper yang dibawanya adalah berisi bom," ujar Krisna kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Senin (3/5/2021) malam.

Sebagian calon penumpang pesawat dibuat panik dengan ucapan FAR.


Petugas Up Cek Aviacion Security Bandara Frans Seda Maumere, kemudian menghubungi petugas kepolisian yang bertugas di bandara tersebut.

Polisi dan petugas bandara, kemudian memeriksa isi koper milik FAR.



 

Selanjutnya, FAR bersama anaknya yang berumur 11 tahun, dibawa ke pos polisi untuk diinterogasi.

FAR lantas mengaku bersalah karena menyebut membekali bom dalam kopernya.


"Sehingga dia sempat memohon untuk diselesaikan secara internal," ujar Krisna.

"Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, kalau koper yang dibawa berisi bom hanya candaan saja, atau unsur kekecewaan atas pembayaran over bagasi," sambung dia.

FAR kemudian membatalkan jadwal penerbangan dan memberikan klarifikasi, termasuk juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.


"Yang bersangkutan akhirnya diperbolehkan untuk pulang," kata Krisna.

(KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

(KOM)

Total dibaca: 23x | Berikan Komentar!


Meira Permata Sari
Penulis : Meira Permata Sari
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Update Terbaru, Ini Daftar Game PS4 dan PS5 dengan Diskon Harga hingga 80 Persen