Jago Lagu
Jago Lagu

Duh! Fakta dan Polemik Proyek Seragam DPRD Kota Tangerang

Duh! Fakta dan Polemik Proyek Seragam DPRD Kota Tangerang

Duh! Fakta dan Polemik Proyek Seragam DPRD Kota Tangerang (Cnn)

YukCopas.my.id - Pengadaan seragam DPRD Kota Tangerang yang memakan anggaran hingga Rp675 juta untuk tahun 2021 menuai kritik dan kecaman dari banyak pihak.

Diisukan, anggaran pengadaan seragam membengkak karena memakai bahan dari lini label internasional, Louis Vuitton.

Isu ini dibantah oleh Louis Vuitton. Communication Manager Louis Vuitton Indonesia Eunike Santosa mengatakan pihaknya tidak menyuplai bahan pakaian dinas untuk DPRD Kota Tangerang.

Fakta dan Polemik Proyek Seragam DPRD Kota Tangerang


Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan pihaknya sudah membatalkan anggaran pengadaan seragam yang menjadi polemik itu. Ia juga mengklaim tidak pernah membahas merk untuk pengadaan pakaian.

Netizen Kecam DPRD Kota Tangerang, Louis Vuitton Trending


"Jadi di pembahasan kita tidak pernah menyebut merk dan sekwan ketika bahas anggaran mereka kan nyusun program. Itu enggak ada merek itu. Jadi silahkan di-crosscheck itu dari siapa. Awalnya siapa yang ngomong," tutur Gatot, Selasa (10/8).

Dalam situs lpse.tangerangkota.go.id, pengadaan bahan pakaian Kota Tangerang ditu saat ini berstatus tender ulang. 

Dalam situs tersebut dinyatakan, tender dilakukan pada 7 Juni 2021 dan sudah rampung. Pemilihan tender dilakukan berdasarkan pemenuhan kualifikasi dan harga terendah dengan sistem gugur.


Nilai anggaran untuk tender ini hingga Rp675 juta dengan pembayaran harga satuan. Sekretariat DPRD Kota Tangerang menjadi satuan kerja yang bertanggungjawab atas tender.


DPRD Kota Tangerang Batalkan Anggaran Seragam Baru Rp675 Juta


Terdapat 109 peserta yang mengikuti tender ini. Untuk dapat terpilih, perusahaan harus memenuhi kualifikasi yang ditetapkan dalam tender. Di antaranya sesuai memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), memenuhi kewajiban pajak satu tahun terakhir, mempunyai tempat usaha dengan alamat yang benar.

Kemudian secara hukum mempunyai kapasitas untuk mengikat diri pada kontrak, melampirkan sejumlah surat pernyataan yang diminta, tidak masuk dalam daftar hitam, dan lain-lain.

Dari 109 peserta yang berlomba dalam tender tersebut, situs LPSE hanya menyertakan harga penawaran pada empat perusahaan dengan nomor peserta paling awal.


Perusahaan tersebut ada PT Sarana Karya Syaban dengan harga penawaran Rp238.425.000, CV Putra Jaya Karta dengan Rp540.000.000, CV Adhi Prima Sentosa dengan Rp667.500.000, dan CV Zulfa Bintang Pratama dengan Rp671.250.000.

Hasil evaluasi menerimai CV Adhi Prima Sentosa merupakan satu-satunya yang memenuhi syarat. CV Putra Jaya Karta disebut tidak mengajukan permohonan uji labotaroium dan menyertakan dokumen tidak benar.

Louis Vuitton Bantah Suplai Seragam Dinas DPRD Tangerang



Kemudian PT Sarana Karya Syaban disebut tidak menginput data dan tidak melampirkan bukti laporan kewajiban pajak serta tidak memiliki pengalaman pekerjaan. Sementara CV Zulfa Bintang Pratama disebut tidak pernah mengunggah spesifikasi teknis hasil laboratorium bahan.

Atas dasar evaluasi tersebut, CV Adhi Prima yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat dinyatakan sebagai pemenang tender dengan harga penawaran yang disetujui.

CNNIndonesia.com belum dapat menghubungi pihak CV Adhi Prima terkait tender pengadaan pakaian dinas untuk DPRD Tangerang sampai berita ini ditulis.

(fey/sur)


(CNN)

Total dibaca: 200x | Berikan Komentar!


Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Lagi Viral, Harga Berbagai Komoditas Pangan Naik, KPPU Sebut Belum Ada Gejala Kelangkaan