Jago Lagu
Jago Lagu

Update, Daftar Clubhouse Kini Tak Perlu Undangan

Update, Daftar Clubhouse Kini Tak Perlu Undangan

Update, Daftar Clubhouse Kini Tak Perlu Undangan (Kompas)

YukCopas.my.id - Aplikasi media sosial berbasis audio, Clubhouse menuai popularitas saat hadir pertama kali di iOS, atau sekitar pertengahan tahun 2020 lalu.

Namun jumlah pengguna baru Clubhouse melambat, justru saat aplikasi tersebut hadir di ekosistem Android. Ciri khas aplikasi Clubhouse adalah sistem undangan yang digunakan untuk mengajak pengguna baru.

Namun, Clubhouse baru-baru ini mengungkap mereka akan meninggalkan sistem undangan untuk menggaet pengguna baru ini.

Daftar Clubhouse Kini Tak Perlu Undangan


Co-founder Clubhouse, Paul Davidson dan Rohan Seth mengumumkan, mulai hari ini, Kamis (22/7/2021), Clubhouse akan meninggalkan sistem undangan, karena telah melewati masa beta, dan kini terbuka untuk semua.

Pengumuman ini juga disampaikan Clubhouse lewat akun Twitter resmi mereka. Dalam pengumuman yang sama, Clubhouse juga memperkenalkan logo barunya.


Clubhouse sesumbar saat ini ada sekitar 10 juta yang masuk daftar antre (waiting list) untuk dapat bergabung ke Clubhouse.

Nantinya, jutaan orang itu dapat masuk Clubhouse tanpa perlu undangan. Namun proses itu akan dilakukan secara bertahap.

"Sistem undangan merupakan bagian penting bagi sejarah kami," tulis Clubhouse dalam blog resmi mereka, dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (22/7/2021).


"Dengan menambahkan gelombang orang baru, menyambut wajah baru setiap minggu di Orientasi Rabu kami, berbicara dengan komunitas setiap hari Minggu di Town Hall, kami mengembangkan Clubhouse dengan cara yang terukur dan menjaga agar tidak membuatnya rusak saat kami meningkatkannya," jelas pihak Clubhouse.


Perubahan ini dapat jadi strategi baru Clubhouse untuk tetap mempertahankan popularitasnya yang mulai menunjukan tanda-tanda meredup. Menurut laporan Sensor Tower, jumlah unduhan aplikasi Clubhouse di platform iOS mulai melambat.


Pada Maret 2021, jumlah unduhan Clubhouse turun menjadi 2,7 juta. Tren itu berlanjut hingga bulan April di mana unduhan Clubhouse turun drastis, yakni hanya hingga 992.000 unduhan saja secara global.

Kendati demikian, keinginan pengguna Clubhouse untuk bertahan di aplikasi tersebut dikatakan masih kuat.

Indikasinya adalah Clubhouse tetap berinovasi dengan layanan mereka, sesuai baru-baru ini meluncurkan layanan direct message, atau pesan langsung bernama Backchannel.


Clubhouse mengklaim saat ini ada 10 juta pesan yang terkirim di Backchannel pada hari pertama peluncuran, dan lebih dari 90 juta pesan dalam pekan pertama peluncurannya.

Di sisi lain, beberapa media sosial juga sudah meluncurkan fitur yang mengkloning Clubhouse, sesuai Twitter Spaces, Live Audio Room milik Facebook, dan Voice Chat 2.0 milik Telegram.


Berbeda dengan Clubhouse, fitur yang dimiliki pesaingnya lebih fleksibel untuk mengajak orang bergabung. Clubhouse juga menyiapkan versi Android untuk menarik lebih banyak pengguna. Kini, aplikasi Clubhouse versi Android sudah dapat diunduh di Play Store.


(KOM)

Total dibaca: 106x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Parah! Thanos Diduga Retas Kementerian dan Lembaga Negara, Ini Pernyataan Pakar