• Jumat, 14 May 2021
  •  

Info Terkini, Rahasia Sistem Oksigen Kapal Selam saat Mode Menyelam

Info Terkini, Rahasia Sistem Oksigen Kapal Selam saat Mode Menyelam

Info Terkini, Rahasia Sistem Oksigen Kapal Selam saat Mode Menyelam (Cnn)

YukCopas.my.id - Kapal selam sesuai KRI Nanggala-402 yang dikabarkan tenggelam di Selat Bali dilengkapi berbagai teknologi untuk menyelam dalam laut. Meskipun konstruksinya kedap air, akan tetapi awak di dalamnya tidak akan kehadapatn oksigen bila kapal dalam kondisi baik atau tidak black out.

Berbeda bila kapal selam dalam kondisi black out. Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Yudo Margono menjelaskan cadangan oksigen di kapal selam KRI Nanggala - 402 mampu bertahan sampai 72 jam dalam kondisi itu.

"Jadi kemampuan oksigen apabila kondisi black out itu mampu 72 jam. Jadi kurang lebih 3 hari. Mudah-mudahan sebelum itu dapat ditemukan," ucap Yudo dalam konferensi pers, Kamis (22/4).

Bodi atau dinding kapal selam terbuat dari baja yang mampu menahan tekanan luar saat kapal berada di kedalaman. Dalam kondisi itu awak tidak perlu khawatir kehadapatn oksigen karena kapal selam dilengkapi sistem oksigen canggih dalam mode menyelam.

Di dalam kapal selam terdapat sistem oksigen yang digunakan sebagai sumber bernapas oleh kru kapal selam.


Oksigen di kapal selam dilepaskan melalui tangki kompresi, generator oksigen atau dengan beberapa tabung oksigen yang bekerja secara otomatis di dalam kabin kapal.


Oksigen dilepaskan secara berkala selama kapal selam tersebut beroperasi dan dengan interval waktu tertentu. Terdapat juga sistem komputer yang dapat mendeteksi penurunan kadar oksigen di kabin kapal.

Sumber oksigen di kapal selam juga dapat diproduksi dengan memasukkan air laut melalui proses elektrolisis. Kapal selam biasanya memiliki beberapa tangki oksigen ukuran besar juga yang digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen dengan cepat jika sistem gagal.


Selain sistem oksigen yang beroperasi di dalam kabin kapal selam, terdapat juga sistem yang mengatur untuk mengurangi kandungan karbon dioksida di kabin.

Untuk diketahui proses bernapas manusia memiliki sistem dua arah, yakni menghirup oksigen dan dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida. Di ruang terbuka kita tidak perlu khawatir dengan karbon dioksida yang dihembuskan, tetapi di dalam ruang tertutup di bawah air karbondioksida yang dihembuskan dapat menjadi ancaman serius bagi manusia.



Oleh karena itu selain memasok oksigen, penting untuk menghilangkan karbon dioksida yang terus-menerus dilepaskan awak kapal.

Hal ini dilakukan dengan bantuan soda lime (Akrosorb) di perangkat yang disebut 'scrubber'. Soda lime merupakan penyerap CO2 serbaguna untuk menghilangkan karbon dioksida dan kontaminan asam dalam ruangan.

Karbon dioksida terperangkap dalam soda kapur oleh reaksi kimia dan dikeluarkan dari udara. Soda kapur merupakan campuran bahan kimia (natrium hidroksida dan kalsium hidroksida) yang digunakan untuk menghilangkan karbon dioksida.


Cara ini biasanya digunakan di lingkungan ruangan tertutup, salah satunya di kapal selam.

Namun kapal selam bertenaga diesel elektrik pada kapal KRI Nanggalang milik TNI AU memiliki batas waktu beberapa hari saat terendam, karena kapal harus menjalankan mesin dan memperoleh udara saat terendam sepenuhnya.

Kapal harus muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai dan bertukar udara segar menggunakan tiang snorkel yang berada di kapal tersebut. (can/mik)


(CNN)

Total dibaca: 209x | Berikan Komentar!


Eko Putra
Penulis : Eko Putra
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Bram Dika Admaja
22 Apr 2021, 15:10 WIB

keren abis dah, hehe

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Cari Tahu, Apakah Naik Kereta Api Harus Pakai Rapid Test?