Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Update Terbaru, Bupati Sumedang: Lokasi Longsor di Perumahan SBG Gembur dan Labil, Pemkab Akan Evaluasi Izin Perumahan di Lereng Gunung

Update Terbaru, Bupati Sumedang: Lokasi Longsor di Perumahan SBG Gembur dan Labil, Pemkab Akan Evaluasi Izin Perumahan di Lereng Gunung

Update Terbaru, Bupati Sumedang: Lokasi Longsor di Perumahan SBG Gembur dan Labil, Pemkab Akan Evaluasi Izin Perumahan di Lereng Gunung (Kompas)

YukCopas.my.id - Perumahan SBG di Dusun Bojong Kondang RT 03/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berada di tanah gembur dan labil.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, longsor tebing setinggi 20 meter dengan lebar lebih dari 40 meter ini dipicu hujan deras yang terjadi selama beberapa jam, sejak Sabtu (9/1/2021) siang.

"Dari informasi yang kami terima, longsor dipicu hujan yang terjadi selama beberapa jam. Lokasi ini juga tanahnya gembur dan labil," ujar Dony kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Minggu (10/1/2021).

Perumahan SBG di lereng Gunung Geulis

Dony menuturkan, izin perumahan SBG yang berada di lereng Gunung Geulis ini dibuat pada tahun 2017.


Meski begitu, kata Dony, bencana longsor ini menjadi tanggungjawab Pemkab Sumedang saat ini.


"Kejadian ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Ke depan cut (Stop) memberikan izin perumahan di lokasi dengan kemiringan yang rawan sesuai ini," tutur Dony.

Dony menyebutkan, untuk menghindari terjadinya longsor susulan, seluruh warga dievakuasi ke tempat lebih aman.


Upaya relokasi warga

"Warga sudah dievakuasi ke tempat lebih aman. Kami dirikan posko penampungan dan dapur umum di SMAN Cimanggung," sebut Dony.


Dony mengatakan, Pemkab Sumedang akan menjalani kajian lebih jauh terkait kondisi tanah di lokasi longsor.

"Dimungkinkan akan kami relokasi ke tempat lebih aman jika memang di lokasi ini tidak layak dijadikan perumahan. Untuk saat ini kami fokus evakuasi dan membantu warga yang masih ada di sekitar lokasi untuk mengungsi ke tempat penampungan sementara," tutur Dony.

 


Ada retakan besar, dapat jadi longsor susulan


Sementara itu, hingga Minggu (10/1/2021) pagi pukul 09.00 WIB, baru 15 orang yang berhasil ditemukan dari reruntuhan material longsor.

Dari total tersebut, sebanyak 12 orang ditemukan meninggal dunia dan 3 lainnya dalam kondisi luka parah.


Tim SAR gabungan yang dikomandoi Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah masih terus berupaya menjalani evakuasi korban tertimbun longsor.

Sebelumnya, Deden mengatakan, ada retakan cukup besar di atas bukit yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya longsor susulan.

"Tim kami menemukan adanya retakan cukup besar di atas bukit. Sehingga proses evakuasi memerlukan kehatian-kehatian. Kami terus upayakan evakuasi korban semaksimal mungkin," ujar Deden kepada Kompas.com di lokasi kejadian.

Longsor susulan telan korban jiwa

Diketahui sebelumnya, longsor tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter ini terjadi Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB.


Pasca-longsor pertama, terjadi dua kali longsor susulan hingga Sabtu petang pukul 18.30 WIB.

Akibat longsor ini, tidak hanya warga setempat, akan tetapi juga tim SAR gabungan yang tengah menjalani evakuasi di lokasi kejadian.

Dari 12 korban meninggal, tiga di antaranya yaitu Komandan Koramil Cimanggung Kapten Inf Setiyo Pribadi, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Cimanggung Suhada, dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Yedi. 

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting, topik menarik, dan informasi lainnya

Aktifkan

Belum berhasil mengaktifkan notifikasi Kompas.com? Klik di sini

(KOM)

Total dibaca: 136x | Berikan Komentar!


Susi Azizah
Penulis : Susi Azizah
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Bram Dika Admaja
11 Jan 2021, 07:10 WIB

info yang sangat menarik

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Lagi Viral, Polemik Pertemuan Risma dan Kastubi Hingga Disebut Pencitraan