Jago Lagu
  • Minggu, 16 May 2021
  •  

Oops, Mabes Polri Bersuara Terkait Herman yang Tewas Usai Ditangkap Polresta Balikpapan

Oops, Mabes Polri Bersuara Terkait Herman yang Tewas Usai Ditangkap Polresta Balikpapan

Oops, Mabes Polri Bersuara Terkait Herman yang Tewas Usai Ditangkap Polresta Balikpapan (Tribun)

YukCopas.my.id - Markas besar kepolisian RI menyerahkan persoalan penyebab tewasnya pria bernama Herman usai sempat ditahan di Polresta Balikpapan kepada Polda Kalimantan Timur. 

"Masalah itu sudah ditangani oleh Polda Kaltim," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Ia menyampaikan Propam Mabes Polri nantinya akan ikut mengawal penanganan penyelidikan kematian Herman.

"Tentunya Divisi Propam Polri akan memantau penanganannya," jelasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono meminta masyarakat menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan Propam Kalimantan Timur.


Ia memastikan Propam akan bekerja sesuai prosedur.


"Biarkan Propam Polda Kaltim bekerja sesuai tupoksinya," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, publik pun turut mempertanyakan penyebab tewasnya pria bernama Herman yang dikabarkan meninggal pada Rabu (3/12/2020) lalu.


Kuasa hukum dari keluarga korban, Fathul Huda Wiyashadi membeberkan, bahwa Herman sendiri sebelumnya sempat dibekuk oleh tiga orang tak dikenal lantaran dugaan tindak pidana pencurian pada Selasa (2/12/2020), tepat satu hari sebelum Herman dikabarkan meninggal.

Pada keesokan Kamis (4/12/2020), jenazah Herman dikembalikan ke pihak keluarga dengan kondisi yang terbalut kafan dan plastik di dalam peti.


Proses penanganan jenazah menggunakan protokol kesehatan yang berjalan hingga hari ini.

Herman meninggal diduga Covid-19, akan tetapi dari pihak keluarga sendiri pun tak percaya begitu saja dan lantas membongkar peti sekaligus kafan dan plastik yang membungkus tubuh Herman.

Mereka pun terkejut, sekujur tubuh Herman dipenuhi luka yang bahkan bukan ciri-ciri orang yang meninggal akibat covid-19.


"Ada banyak sayatan, kemudian tulang rusuk ternaik ke atas. Di kaki juga banyak luka, terus banyak luka lecet di punggung nya ada lebam kayak luka setrum," ungkap Fathul.

Gejala-gejala semacam itu, tandas Fathul, dipastikan bukan akibat terjangkit Covid-19.

Ia menegaskan bahwa terdapat adanya indikasi penganiayaan.



Terlebih, satu hal menonjol yang membuat pihak keluarga merasa keberatan karena Herman diamankan akibat telah menjalani tindak pidana pencurian.

Namun disayangkan karena prosedur pengamanan yang terkesan di luar hukum.

"Kasusnya pencurian ponsel. Ini yang bikin keluarga nggak terima karena pencuri HP saja sampai dihabisi. Sangat keterlaluan," lugas Fathul.

Saat disinggung soal identitas dalang dibalik tewasnya Herman, Fathul sendiri tidak dapat memastikan.

Hanya saja, dia menekankan bahwa Herman menemui ajalnya di lingkungan Polresta Balikpapan, tepatnya di dalam sel tahanan.


Akibat kematian Herman sendiri yang santer terdengar, sempat memicu rumor terkait penganiayaan oleh anggota Polri dalam proses menangani tersangka.

Polres Balikpapan Bantah Ada Penganiayaan

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi sendiri membantah adanya tindak aniaya oleh jajarannya.

Hanya saja, dia membenarkan bahwa ada satu satu napi yang tewas di dalam sel tahanan Polresta Balikpapan.

"Jadi gini, anggota itu ketika diproses itu menjalani pemukulan dan lain sebagainya. Ada prosedur yang dia tidak taati dan lain sebagainya," terang Kombes Pol Turmudi.

Dimana dia pun mengakui bahwa dari jajarannya memiliki kelemahan tertentu dalam melaksanakan tugas dan baginya akan menjadi evaluasi ke depan.

Kontrol eksternal, lanjut dia, juga diperlukan ketika terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh jajaran Polresta Balikpapan pada khususnya.

Proses terkait kematian Herman sendiri kini memasuki tahap lidik, utamanya dari Propam Polda Kaltim.

Sehingga pada taraf tertentu, Kombes Pol Turmudi belum dapat memastikan terkait oknum yang bermain dibalik tewasnya Herman.

"Ya itu nanti kalau itu terbukti pasti akan saya proses. Dan saya pastikan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota saya tindak tegas, saya tidak akan main-main," tegas sosok yang sempat menjabat sebagai Kapolres Berau tersebut.

Senada, Fathul mengaku bahwa aduan korban ke Polda sendiri tak bermaksud untuk mencemarkan nama baik institusi Polri.

Melainkan menagih kepastian mengenai penyebab kematian Herman yang tak kunjung jelas persoalannya.

"Jadi menurut kami ini perlu ditindaklanjuti, karena bagaimanapun kita ingin institusi Polri ini bersih dari oknum yang tidak bertanggungjawab. Justru kita ikut membersihkan nama baik Polri dari orang-orang yang merusak nama baik polri sesuai ini," pungkas Fathul.

(TRI)

Total dibaca: 127x | Berikan Komentar!


Redo Prakoso
Penulis : Redo Prakoso
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Terbaru, Tingkat Kewirausahaan RI Kalah Dibanding Negara Tetangga