Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Harus Tahu Pandemic Talks: Kematian Naik Usai Libur Panjang, Siap Mudik?

Harus Tahu Pandemic Talks: Kematian Naik Usai Libur Panjang, Siap Mudik?

Harus Tahu Pandemic Talks: Kematian Naik Usai Libur Panjang, Siap Mudik? (Cnn)

YukCopas.my.id - Platform penyedia data Covid-19, Pandemic Talks, mengungkapkan angka kematian akibat Covid-19 cenderung meningkat seusai periode libur panjang atau long weekend.

Inisiator Pandemic Talks Muhammad Kamil menjelaskan periode libur panjang biasanya menyebabkan kenaikan angka kematian hingga 42 persen.

"Periode bulan Juli 2020-Februari 2021, terdapat 4x libur panjang long weekend, yang setelah 10-14 hari berikutnya, angka kematian Covid-19 naik rerata 42%," kata Kamil dalam akun Instagram PandemicTalks, dikutip pada Kamis (18/3). 

"Padahal rata-rata peningkatan kematian Covid-19 setiap dua pekan di Indonesia di luar periode long weekend hanya 10 persen, siap-siap pergerakan penduduk Indonesia saat mudik lebaran nanti?" lanjutnya.

Empat libur panjang yang menunjukkan peningkatan angka kasus kematian itu antara lain, pertama, long weekend 10 hari di sekitar hari kemerdekaan R, 15-22 Agustus 2020. Usai periode ini, tercatat ada peningkatan kasus kematian hingga 70 persen.


Kedua, 12 hari libur panjang di sekitar Maulid Nabi pada periode 29 Oktober-1 November 2020, dengan peningkatan kasus kematian 26 persen. Ketiga, 12 hari libur panjang di akhir tahun 2020 dengan peningkatan kasus kematian 42 persen.


Keempat, long weekend 10 hari di sekitar libur Imlek, 12-14 Februari 2020. Ketika itu, ada peningkatan 21 persen.

Namun demikian, Kamil mengatakan pihaknya tidak dapat mengetahui ungkapan peningkatan angka kematian setelah libur panjang. Pasalnya, ada keterbatasan data yang dapat diakses dari pemerintah oleh Pandemic Talks.


"Kami enggak dapat nemu data dasar kenapa secara spesifik di long weekend dapat menyebabkan lonjakan kematian. Analisisnya fenomena naiknya kematian di jeda long weekend," kata Kamil.

Infografis Beda Kebijakan Mudik Lokal Lebaran. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)



"Sebenarnya kalau ada data okupansi bed rumah sakit, data klastering, data testing, dan perkembangan kasus tiap daerah, dapat dianalisis lebih detail, tapi sayang data ini enggak ada," sambungnya.

Terkait perizinan mudik lebaran 2021, Kamil mengatakan sebaiknya pemerintah segera menjalani transparansi data Covid-19 di setiap daerah sehingga publik dapat mengetahui apa benar pandemi Covid-19 terkendali.

"Kalau enggak ada data ya enggak dapat dievaluasi, apapun kebijakan pemerintah jadinya enggak ada yang dapat dinilai berhasil atau enggak," tuturnya.


Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tidak akan melarang mudik 2021 akan tetapi pelaksanaannya harus disiplin pada protokol kesehatan ketat.

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan masih melihat dinamika perkembangan kasus Covid-19 selama 3-4 pekan ke depan untuk memastikan pandemi aman terkendali.

Jika seluruh indikator untuk membuktikan pandemi terkendali, maka Satgas tidak akan melarang arus mobilitas penduduk, termasuk mudik lebaran 2021.


(mel/arh)

(CNN)

Total dibaca: 116x | Berikan Komentar!


Ayuk Kamila
Penulis : Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Tahukah Kamu? Nestapa Contact Tracer: Insentif Telat, APD Beli Sendiri