Jago Lagu
Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Duh! Jelang Kedaluwarsa Sinovac, Distribusi AstraZeneca Disetop

Duh! Jelang Kedaluwarsa Sinovac, Distribusi AstraZeneca Disetop

Duh! Jelang Kedaluwarsa Sinovac, Distribusi AstraZeneca Disetop (Cnn)

YukCopas.my.id - Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai sejak Januari 2021. Kini program tersebut dihadapkan pada tantangan vaksin Sinovac jelang kedaluwarsa dan penghentian distribusi vaksin Astrazeneca ke sejumlah daerah.

Vaksin Sinovac gelombang pertama yang tiba sejak 6 Desember 2020 dikabarkan akan kedaluwarsa pada 25 Maret ini. Jumlah vaksin Sinovac yang didatangkan pada tahap ini sebanyak 1.200.568.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sebagian besar vaksin Sinovac gelombang pertama telah digunakan. Namun ada beberapa daerah yang masih memiliki vaksin tersebut.

Budi menyebut pihaknya masih akan mengevaluasi program vaksinasi di Papua, salah satu dari 34 provinsi yang didistribusikan vaksin Sinovac tahap pertama. Evaluasi itu untuk memastikan apakah vaksin sudah terpakai di Papua.

"Kita masih cek di Papua karena saat pertama kita kirimnya ke 34 provinsi. Kita konfirmasi lagi daerah Papua [vaksinnya] tapi di luar Papua semuanya sudah terpakai," kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Senin (15/3).


Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengakui ada vaksin Sinovac yang akan kedaluwarsa pada 25 Maret. Vaksin tersebut akan dihabiskan dalam program vaksinasi pada 18 Maret mendatang.


Selain persoalan kedaluwarsa vaksin Sinovac, vaksin asal Inggris AstraZeneca juga disetop distribusinya karena dugaan efek samping berupa pembekuan darah.

Vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia pada 8 Maret lalu itu juga akan memasuki masa kedaluwarsa pada Mei 2021. Namun hingga saat ini, penggunaannya masih belum dapat dipastikan.


"Sementara kami belum dapat distribusikan," kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.


Maxi juga menjelaskan AstraZeneca sedang dalam kajian ulang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta ITAGI terkait dugaan efek samping.


"Memang sudah ada laporan EUA dari WHO tetapi karena ada masalah laporan yang ada di Eropa dan di beberapa negara, sehingga BPOM dan ITAGI sudah menentukan rapat terkait dengan efek samping AstraZeneca," kata Maxi.

Selain itu, kata Budi, vaksin AstraZeneca yang sudah ada di Indonesia akan kedaluwarsa pada Mei 2021. Dengan demikian, vaksin asal Inggris tersebut hanya dapat digunakan kurang dari tiga bulan.

Budi mengaku baru mengetahui masa kedaluwarsa vaksin AstraZeneca belakangan ini. Sementara sebanyak 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia. (mln/pmg)


(CNN)

Total dibaca: 69x | Berikan Komentar!


Bayu Setiawan
Penulis : Bayu Setiawan
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Harus Tahu Dominan di Liga Champions dan Liga Europa, Inggris di Ambang Rekor