Jago Lagu
  • Selasa, 09 Mar 2021
  •  

Update Terbaru, Harga Tahu Tempe Naik, Mentan Kejar Produksi Kedelai 200 Hari

Update Terbaru, Harga Tahu Tempe Naik, Mentan Kejar Produksi Kedelai 200 Hari

Update Terbaru, Harga Tahu Tempe Naik, Mentan Kejar Produksi Kedelai 200 Hari (Cnn)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku akan mengejar produksi kedelai di dalam negeri dalam waktu 200 hari atau dua kali masa tanam.

Upaya itu dilakukan dalam rangka mengatasi lonjakan harga kedelai di pasar global, di mana Indonesia sangat bergantung pada impor kedelai yang merupakan bahan baku tahu dan tempe.

"Kami coba lipat gandakan. Ini membutuhkan 100 hari minimal kalau pertanaman. Dua kali 100 hari dapat kita sikapi secara bertahap sambil ada agenda sesuai apa mempersiapkan ketersediaannya. Kita juga kerja sama dengan kementerian lain," ujarnya usai Rapat Koordinasi dan MoU pengembangan serta pembelian kedelai nasional di Kantor Kementan, dilansir Antara, Senin (4/1).


Syahrul menjelaskan produksi kedelai dalam negeri harus berdaya bersaing, baik kualitas juga dari segi harga.

Program yang dilakukan dalam peningkatan produksi, yakni melalui perluasan areal tanam dan melibatkan integrator, kedelai unit-unit kerja Kementan dan pemerintah daerah.


Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menegaskan langkah nyata yang diimplementasikan oleh Kementan untuk produksi kedelai tahun ini di antaranya percepatan budidaya di klaster-klaster dengan integrator.

Tahun ini, Kementan mengalokasikan bantuan pengembangan kedelai di Provinsi Sulawesi Utara seluas 9.000 hektare (ha), Sulawesi Barat 30 ribu ha, dan Sulawesi Selatan 9.000 ha.

"Selain itu juga membangun kemitraan hilirisasi dan pasar industri tahu tempe dengan petani di Jateng 15 ribu ha, Jabar 15.000 ha, Jatim 15 ribu ha, NTB 4.000 ha dengan dukungan KUR dan akses kepada offtaker," terang Suwandi.



Ia menambahkan Badan Litbang Pertanian juga turut meningkatkan produktivitas kedelai. Rata rata produktivitas kedelai saat ini 1,5 ton/ha dan harus ditingkatkan menjadi 2 ton/ha melalui riset benih unggul dan teknologi budi daya.

"Perlu juga pengendalian impor melalui kebijakan dari non lartas (dilarang dan atau dibatasi) menjadi lartas dan mewajibkan setiap importir kedelai bermitra dengan petani sekaligus menyerap produksi kedelai lokal dengan harga yang ditetapkan," tandasnya.


(bir)

Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Harga Tahu Tempe Naik”


(CNN)

Total dibaca: 80x | Berikan Komentar!


Redo Prakoso
Penulis : Redo Prakoso
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Susi Azizah
05 Jan 2021, 07:10 WIB

nice info gan!

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Tidak Disangka, Pemerintah Perpanjang Fasilitas Pajak Demi Tangani Pandemi Covid19 di 2021