Jago Lagu
  • Kamis, 22 Apr 2021
  •  

Tidak Disangka, Digitalisasi Manajemen Membuat Industri Makanan Tumbuh Melesat

Tidak Disangka, Digitalisasi Manajemen Membuat Industri Makanan Tumbuh Melesat

Tidak Disangka, Digitalisasi Manajemen Membuat Industri Makanan Tumbuh Melesat (Tribun)

YukCopas.my.id - Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki tahun 2021, pertumbuhan industri industri makanan dan minuman diprediksi dapat tumbuh lebih baik lagi.

Dengan berlangsungnya era kenormalan baru dan penemuan vaksin covid-19, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) memperkirakan pertumbuhan industri mamin pada 2021 akan tumbuh sebesar 5 hingga 7 persen.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, pertumbuhan industri ini sepanjang 2020 hanya hingga 3 persen, padahal normalnya tumbuh di kisaran angka 7 hingga 9 persen.

Selain pembatasan sosial, melemahnya daya beli masyarakat juga menjadi salah satu penyebabnya.


Kendati pertumbuhannya mengalami koreksi di masa pandemi, industri makanan dan minuman juga terbukti tahan banting.


Ketika ekonomi nasional mengalami kontraksi hingga - 5,32% pada kuartal II (April-Juni 2020), industri makanan dan minuman masih dapat tumbuh 0,22%.

Jumlah ini kian meningkat pada kuartal III (Juli-September 2020).


"Ketika kontraksi menginjak angka - 3,49%, angka pertumbuhan bertambah hingga 0,66 persen," kata Adhi S Lukman, Selasa (26/1/2021).

Dikatakan, tingginya kebutuhan masyarakat akan beberapa kategori pangan sesuai susu, makanan beku, bumbu-bumbu serta makanan instan sesuai mie, sereal dan pasta turut menjadi penunjangnya.


Tentu saja hal ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk bangkit dan mengejar ketertinggalannya.

Terlebih, pandemi juga seolah memaksa pelaku usaha menjalani transformasi digital dengan lebih cepat demi hingga pertumbuhan bisnis yang diharapkan.


Dongsung Food, sebuah perusahaan makanan asal Korea Selatan yang memproduksi dan mendistribusikan beberapa produk pangan sesuai mie, kue beras dan saus adalah salah satu contohnya.


Sejak 2004, memutuskan menerapakan digitalisasi manajemen berteknologi ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis cloud, tahun 2010 berhasil mendebutkan penjualan sebesar 32,4 miliar won, naik lima kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

ERP besutan SystemEver yang tak lain berasal dari perusahaan teknologi terkemuka di Korea Selatan, Younglimwon Softlab, dipilih Dongsung Food karena terbukti handal dalam menciptakan teknologi yang terintegrasi dan mudah penggunaanya. Diantara kecanggihan teknologi ERP - SystemEver adalah adanya fitur “Visual K-Process Map” yang simple, dan mudah digunakan.

Lee Yong-taek, CEO Dongsung Food mengatakan, ERP-SystemEver mampu mengintegrasikan berbagai komponen operasional manajeman perusahaannya secara komprehensif dan sistemik, sehingga masing-masing bagian dapat terkontrol dan termonitor dengan cermat.


“ERP memang bukanlah sebuah pilihan, melainkan merupakan solusi tepat yang diterapkan dalam manajemen perusahaan yang ingin melesat maju.

Dengan keakuratan data, Systemever membantu pelaku bisnis merespons lebih cepat sekaligus memprediksikan keputusan bisnis strategis,” papar Lee Young-taek.

Adanya sistem yang saling terintegrasi, mempermudah bagi pelaku bisnis mereview data biaya, laba, rugi dan profitabilitas dengan lebih jelas, termasuk memantau laporan bisnis secara real time.

Dengan begitu, kebijakan perusaaan pun dapat lebih mudah dibuat.

“ERP SystemEver membantu kami dalam memperoleh kepercayaan dari customer dan para mitra kami,” tandasnya.


Hadir di Indonesia sejak 2017, Systemever, siap menjadi mitra solusi manajemen pelaku bisnis enterprise dalam 3 jenis produk layanan yang bernama Systemever i-Series, yakni i1 (bidang manajemen akuntansi), i5 (distribusi perdagangan) dan i7 (industri manufaktur).

Dengan investasi yang terjangkau bagi pelaku bisnis makanan dan minuman skala medium enterprise, SystemEver dapat diandalkan untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif berorientasi hasil.

(TRI)

Total dibaca: 123x | Berikan Komentar!


Bayu Setiawan
Penulis : Bayu Setiawan
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Riko Satria
28 Jan 2021, 07:10 WIB

bagus sekali

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Harus Tahu Produksi BBM Pertamina Sepanjang 2020 Lampaui Target