Jago Lagu

Tahukah Kamu? Insentif PPN Diperpanjang, Sektor Properti Bakal Menggeliat

Tahukah Kamu? Insentif PPN Diperpanjang, Sektor Properti Bakal Menggeliat

Tahukah Kamu? Insentif PPN Diperpanjang, Sektor Properti Bakal Menggeliat (Cnn)

YukCopas.my.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,2 persen menjadi 6.203 pada pekan lalu. Investor asing mencatat pembelian bersih Rp1,21 triliun untuk periode sama.

Pengamat Pasar Modal Riska Afriani menyebut indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini. Ia menilai realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang hingga 7,07 persen jadi momentum pembalikan arah indeks.

Menurut Riska, apresiasi pasar terhadap realisasi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari kebangkitan atau rebound saham-saham berkapitalisasi besar pada pekan lalu. Sebelumnya, saham big caps cenderung stagnan, bahkan tak bergairah.

Insentif PPN Diperpanjang, Sektor Properti Bakal Menggeliat


Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan Mulai Hari Ini

Dia memproyeksikan minggu ini IHSG bakal bergerak di rentang 6.130-6.280. "Potensi IHSG, jika mampu hingga target, dapat sampai ke 6.500," imbuhnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/8).


Selain rilis PDB, indeks juga ditopang oleh rilis laporan keuangan emiten kuartal II 2021. Kendati pandemi masih berlangsung, akan tetapi ia menyebut realisasi kinerja emiten relatif terjaga karena sudah menjalani penyesuaian bisnis di tahun kedua pandemi ini.

Kemudian, pengumuman perpanjangan atau pelonggaran PPKM berjenjang juga dapat menjadi penopang IHSG. Ia menilai gairah (appetite) pasar bakal melonjak bila PPKM dilonggarkan atau turun level untuk banyak daerah.

Tak hanya pelaku ritel, dia menyebut investor asing pun tampaknya sudah mulai optimis dengan indeks dalam negeri, bercermin dari derasnya arus masuk modal asing.


Chevron Pamit dari Blok Rokan Usai 97 Tahun Jadi Pengelola


Lebih jauh, Riska mengatakan perpanjangan insentif bebas pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah tapak dan unit hunian rusun dapat kembali menggerakkan sektor properti lewat peningkatan penjualan.


Sejatinya, insentif berakhir pada bulan ini, akan tetapi diperpanjang hingga Desember 2021. Perpanjangan, lanjutnya, menjadi harapan sektor properti karena insentif sebelumnya dinilai terlalu buru-buru dicabut.

Buru-buru karena PPN hanya dapat dinikmati untuk properti siap huni, sementara masih banyak proyek properti yang masih dalam tahap finalisasi serah terima.

Berdasarkan data Real Estat Indonesia (REI), pertumbuhan penjualan properti naik sebesar 20 persen pada kuartal II berkat kebijakan PPN ditanggung pemerintah.


Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) juga menyebut insentif PPN merangsang penjualan rumah tapak. JLL mencatat pada semester I 2021, 80 persen properti yang terjual memiliki harga di bawah Rp1,3 miliar, sejalan dengan aturan yang hanya menggratiskan PPN untuk rumah tapak di bawah Rp2 miliar.

Riska melanjutkan bahwa keberhasilan program pada semester II ini terbuka lebar, mengingat masyarakat lebih optimis dibandingkan sebelumnya.

"Secara umum orang sudah berani membeli properti karena ekonomi sudah jalan, kalau dulu kekhawatiran pembeli cenderung masih tinggi," ujarnya.


Melihat momentum pemulihan ekonomi dan insentif PPN, Riska merekomendasikan sektor perbankan dan properti. Kedua sektor tersebut, ia menilai merupakan sektor strategis yang bakal mengekor penguatan ekonomi nasional.

Pertamina Rencana Bor 661 Sumur Minyak di Blok Rokan

Untuk sektor perbankan, Riska merekomendasikan saham PT BRI (Persero) Tbk atau BBRI, PT BNI (Persero) Tbk atau BBNI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI, dan PT BCA Tbk (BBCA).


Sedangkan untuk sektor properti, dia merekomendasikan emiten yang bergerak di rumah tapak, sesuai PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Namun, Riska tidak menetapkan harga target untuk rekomendasi tersebut.

Untuk pilihan menarik lainnya, Riska menyebut saham teknologi atau bank digital juga dapat dipantau, sesuai PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).


Khusus untuk BUKA, kendati pada IPO telah meraih pendanaan gemuk Rp22 triliun, akan tetapi Riska melihat antusias pasar terhadap unicorn pertama yang IPO tersebut masih tinggi. Diperkirakan, BUKA masih mampu menguat pada pekan ini.

IHSG Diproyeksi Lesu Jelang Pengumuman PPKM

Sepaham, Managing Partner Indogen Capital Chandra Firmanto melihat BUKA masih berpotensi menguat. Dia menilai BUKA tidak hanya menawarkan euforia sesaat karena menjadi unicorn pertama yang tercatat di BEI, akan tetapi juga bisnis yang menjanjikan.

Dia menyebut fokus BUKA untuk mendigitalisasikan UMKM RI yang mayoritas belum melek teknologi bakal menjadi ekosistem bisnis yang luas dan kuat. Ia menilai bila BUKA mampu membekali UMKM daerah naik kelas, maka BUKA mampu membantu memecahkan masalah ekonomi daerah sekaligus membangun konglomerasi bisnis.

Menurut Chandra, BUKA tidak lagi dipandang sebagai startup, akan tetapi bagian dari konglomerasi karena berafiliasi dengan perusahaan besar, sesuai PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Grab.

"Di belakang itu juga saya yakin mereka sudah disiapkan 'senjata' lewat dana segar IPO," tandasnya.

Robert Kuok, dari Office Boy Jadi Orang Terkaya di Malaysia

(bir)

(CNN)

Total dibaca: 95x | Berikan Komentar!


Oleh: Nurul Cahyaning
No Internet No Life

Cari tahu apa saja yang ada di Internet, dan informasi paling viral hari iniTeknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Terbaru, Toyota Yaris Terbakar di Pati, Pengemudinya ABG Berusia 16 Tahun dan Begini Nasibnya