Jago Lagu
Jago Lagu
  • Selasa, 09 Mar 2021
  •  

Hmmm, Pengusaha Buka Alasan Soal Pabrik Hengkang dari Karawang

Hmmm, Pengusaha Buka Alasan Soal Pabrik Hengkang dari Karawang

Hmmm, Pengusaha Buka Alasan Soal Pabrik Hengkang dari Karawang (Cnn)

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri buka suara soal kabar pengusaha di wilayahnya yang memutuskan untuk merelokasi pabrik.

Sepanjang 2019, misalnya, ia mencatat ada 23 pabrik yang hengkang dari Karawang. Mereka pindah ke Jawa Tengah atau wilayah lain di Jawa Barat.

"Saya belum dapat informasi relokasi baru ke Jawa Tengah. Tapi kalau sepanjang 2020 ini saya mencatat baru satu yang pindah, mungkin karena adanya pandemi jadi menahan relokasi. Yang pindah itu PT Panasonic ke Subang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com Rabu (9/12).


Menurut Fadel, sapaan akrabnya, 70 persen penyebab banyaknya pabrik yang pindah dari Karawang memang upah buruh yang tinggi. Di sisi lain upah tinggi tersebut tak sesuai dengan produktivitas para pekerjanya.

Alhasil banyak pengusaha tak dapat menjalani ekspansi bisnis dan hanya dapat menjalankan operasi sesuai biasa. Sementara penyebab lain pabrik-pabrik tersebut pindah adalah ingin mencari tanah yang lebih murah.


"Ada yang relokasi ke sesuai Changsin ke Garut dan ke Jateng. Ini untuk perluasan usaha. Ada juga yang mengambil daerah ini karena faktor lahan yang murah," imbuhnya.

Sedangkan dilihat dari sektornya, kebanyakan pabrik yang pindah bergerak di bidang tekstil sandang kulit (TSK) dan merupakan industri padat karya. "Dampaknya ketika mereka pindah, pengangguran yang bertambah juga banyak," jelas Fadel.

Seperti diketahui pada 2021, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi.



UMK wilayah yang terkenal sebagai penghasil beras ini naik sebesar 4,4 persen yaitu dari Rp4.594.000 menjadi Rp4.798.312, tertinggi di antara daerah-daerah lain di Indonesia.

Namun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mewanti-wanti tingginya upah yang tak sesuai dengan produktivitas tenaga kerja tersebut dapat menimbulkan gelombang relokasi pabrik meninggalkan Karawang.


(hrf/age)

(CNN)

Total dibaca: 300x | Berikan Komentar!


Putri Cantika
Penulis : Putri Cantika
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (2)
Bayu Setiawan
10 Dec 2020, 07:10 WIB

wah, saya baru tahu terimakasih

Bayu Setiawan
10 Dec 2020, 07:10 WIB

wah, saya baru tahu terimakasih

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Duh! Kontrak Subsidi Meningkat, Jumlah KA Perintis Tahun ini Bertambah