Jago Lagu
Jago Lagu

Sedang Viral, Amazon Didenda Rp12 Triliun terkait Perlindungan Data

Sedang Viral, Amazon Didenda Rp12 Triliun terkait Perlindungan Data

Sedang Viral, Amazon Didenda Rp12 Triliun terkait Perlindungan Data (Cnn)

YukCopas.my.id - Raksasa e-commerce Amazon harus membayar denda sebesar 746 juta euro atau Rp12,783 triliun karena dituduh melanggar aturan perlindungan data Uni Eropa.

Laporan mengenai denda tersebut dikeluarkan oleh Komisi Nasional Perlindungan Data (CNPD) Luksemburg pada Jumat (16/7) lalu.

Menurut CNPD, kasus pelanggaran undang-undang ini adalah yang terbesar dalam sejarah selama tiga tahun. Di mana sebelumnya pada 2019, Google dikenakan denda €50 juta euro.

Amazon Didenda Rp12 Triliun terkait Perlindungan Data


Regulator Uni Eropa mengatakan pemrosesan data pribadi Amazon tidak sesuai dengan peraturan Perlindungan Data UE, General Data Protection Regulation (GDPR).

Laba Amazon Meroket 48 Persen pada Kuartal II


Dugaan pelanggaran yang disebutkan regulator data di Luksemburg tersebut tidak merinci secara spesifik apa saja bentuk pelanggaran Amazon.

Menanggapi kasus yang menimpa perusahaannya, Amazon mengatakan bahwa keputusan CNPD tidak berdasar. Saat ini pihaknya mengaku akan terus membela diri terkait masalah tersebut.

"Keputusan terkait bagaimana kami menampilkan iklan yang relevan kepada pelanggan tergantung pada interpretasi subjektif dan belum sesuai dengan undang-undang privasi Eropa, dan denda yang diusulkan sepenuhnya tidak proporsional," kata perusahaan itu sesuai dilaporkan CNN.


Transaksi E-Commerce dan Logistik Meroket Saat PPKM Darurat


Seiring dengan isu pelanggaran data, dalam pernyataan lebih lanjut kepada CNN Business, Amazon menyebut tidak ada informasi atau data pelanggan yang bocor.


"Menjaga keamanan informasi pelanggan kami dan kepercayaan mereka adalah prioritas utama," kata Amazon dalam pernyataan itu.

"Tidak ada pelanggaran data, dan tidak ada data pelanggan yang diekspos ke pihak ketiga mana pun. Fakta ini tidak terbantahkan," ujarnya.

Sementara itu, juru bicara otoritas data Luksemburg, CNPD, menolak berkomentar, ungkapannya karena proses hukum masih berlangsung. (avd/dea)


$(document).ready(function () {

console.log("berhasil ke load");

$('.avp-p-cn-close').on('click', function(){



console.log("clicked");

$('#aniBox').remove();

});

});


(CNN)

Total dibaca: 99x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Putri Cantika
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Oops, Windows 11 Bisa Dipasangi Aplikasi Android dari Sumber Tak Resmi