Jago Lagu
Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Parah! Panduan Pilih Produk Reksadana Tepat Bagi Investor Pemula, Return Sering Jadi Pertimbangan

Parah! Panduan Pilih Produk Reksadana Tepat Bagi Investor Pemula, Return Sering Jadi Pertimbangan

Parah! Panduan Pilih Produk Reksadana Tepat Bagi Investor Pemula, Return Sering Jadi Pertimbangan (Tribun)

YukCopas.my.id - Simak panduan cara memilih produk reksadana tepat sesuai dengan tujuan keuanganmu.

Bagi investor pemula, ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum membeli produk reksadana.

Sebelum menjalani investasi, cari tahu dulu tujuan dari investasi yang akan kamu lakukan.

Apakah untuk jangka waktu yang pendek atau jangka panjang, sesuai menyimpan dana untuk pensiun.

Jika kita ingin berinvestasi dalam jangka waktu 10-20 tahun untuk masa pensiun, reksadana saham paling tepat untuk dipilih.


Namun, jika hanya ingin menyimpan uang dalam jangka waktu yang pendek kurang dari lima tahun, pilih produk reksadana pasar uang.


Aplikasi investasi reksadana online Ajaib. (HandOut/Istimewa)Reksadana pasar uang memiliki risiko yang cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan reksadana saham.

Untuk diketahui, jenis reksadana terbagi menjadi empat kategori berdasarkan alokasi investasinya.


Yakni Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund), Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund), Reksadana Campuran (Balanced Fund), dan Reksadana Saham (Equity Fund)

Lantas sebelum memilih produk reksadana yang tepat, ada beberapa indikator yang harus kamu pelajari.


Simak beberapa hal yang dapat kamu jadikan pertimbangan saat memilih reksadana tepat dan terpercaya.

Pahami Tingkat Risiko

Investasi erat kaitannya dengan risiko yang kemungkinan dapat terjadi.


Risiko dalam berinvestasi diartikan sebagai potensi tingkat kerugian yang dapat dialami oleh investor.

Menilai tingkat risiko dapat berdasarkan pendekatan statistik.

Pada dasarnya, dalam investasi berlaku prinsip high risk high return.


Jika tingkat return reksadana cukup tinggi, maka risiko yang tinggi tersebut masih dapat diterima.

Namun, sebaliknya jika risiko rendah maka return yang diterima kecil.


Makannya, sebelum berinvestasi kenali tingkat risiko terlebih dahulu.

Ilustrasi (EXPERSOFT.COM)Dana Kelolaan

Dana kelolaan dikenal juga dengan sebutan AUM (Asset Under Management) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih).


Dana kelolaan reksadana terdiri dari jumlah keseluruhan dana yang diperoleh dari investor dan ditambah dengan hasil pertumbuhannya.

Perlu diketahui juga, menilai produk reksadana juga dilihat dari Unit Penyertaan (UP).

Kinerja reksadana dapat dilihat dari AUM dan UP yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Hal itu dapat menjadi indikator apakah suatu reksadana dapat bertahan terus dalam jangka panjang atau tidak.

Ilustrasi Reksadana pasar uang (Dok.Kontan)Expense Ratio

Dalam memilih produk reksadana, investor akan tertarik dengan Expense Ratio atau biaya investasi reksadana yang rendah.

Investor pastilah menginginkan biaya yang seminimal mungkin dalam mengelola reksadana.

Tidak hanya Expense Ratio yang perlu kamu cek,hal lain yang perlu kamu bandingkan adalah kepuasan investor atas layanan yang diperoleh.

Jangan asal pilih produk reksadana dengan Expense Ratio-nya yang kecil saja.

Tapi bandingkan juga dengan tingkat kepuasan yang didapatkan investor.

Return

Pertimbangan yang paling sering menjadi sorotan saat memilih produk reksadana adalah return yang diperoleh.

Semua tujuan menjalani investasi yakni untuk memperoleh keuntungan.

Keuntungan reksadana suatu produk dapat dilihat dari return yang dihasilkan pada masa lampau.

Indikator tersebut sering dijadikan patokan dalam menilai produk reksadana.

Bandingkan beberapa produk reksadana dalam periode jangka panjang, dalam mengukur return.

Apakah produk reksadana tersebut konsisten berkinerja lebih baik dibandingkan benchmark-nya.

Benchmark yang biasa digunakan dalam membandingkan kinerja suatu reksadana yakni kinerja pasar saham.

Atau menggunakan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

(Tribunnews.com/Ayumiftakhul)

(TRI)

Total dibaca: 35x | Berikan Komentar!


Ahmad Taulany
Penulis : Ahmad Taulany
Singing Is Power

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Riko Satria
22 Apr 2021, 15:10 WIB

bagus sekali

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Terbaru, STAN Terfavorit 2021, Jangan Lupa Daftar Online di spmb.pknstan.ac.id