Jago Lagu
Jago Lagu
  • Minggu, 16 May 2021
  •  

Cari Tahu, Ketua ASPAKRINDO : Pilih Platform Perdagangan Aset Kripto yang Terdaftar di BAPPEBTI 

Cari Tahu, Ketua ASPAKRINDO : Pilih Platform Perdagangan Aset Kripto yang Terdaftar di BAPPEBTI 

Cari Tahu, Ketua ASPAKRINDO : Pilih Platform Perdagangan Aset Kripto yang Terdaftar di BAPPEBTI  (Tribun)

YukCopas.my.id -   Aset kripto semakin memperlihatkan ‘taji’ sebagai instrumen investasi baru yang sangat menjanjikan di tengah situasi ekonomi yang masih terseok-seok akibat pandemi COVID-19.

Setelah hingga nilai tertinggi (all-time-high/ATH) baru sepanjang masa di bulan Desember tahun lalu, tren bullish Bitcoin terus berlanjut di tahun 2021 dengan kembali hingga ATH baru di angka US$57 ribu pada 20 Februari 2021.

Kenaikan drastis ini menyusul serangkaian berita atau sentimen positif, diantaranya Tesla yang mengakui telah membeli aset BTC senilai Rp 21 triliun (US$1,5 miliar), rencana MicroStrategy membeli Bitcoin senilai US$900 juta.

Kemudian Twitter yang mempertimbangkan Bitcoin untuk pembayaran gaji karyawan, Uber yang melirik aset kripto sebagai pilihan metode pembayaran, hingga manajemen aset raksasa BlackRock yang meniru aksi Tesla untuk memaksimalkan nilai investasinya.

Lonjakan permintaan Bitcoin juga memberikan momentum positif ke hampir semua aset kripto atau altcoin (alternative coin).


Dua altcoin dengan kapitalisasi (market capitalization) terbesar setelah Bitcoin, yakni Ethereum (ETH) dan Binance Coin (BNB) juga menunjukkan peningkatan harga parabola hingga hingga ATH (ETH: Rp28 juta, BNB: Rp4,8 juta) selama hampir dua bulan di awal 2021.


Dengan kata lain, banyak pihak, baik institusi besar atau investor retail mulai menaruh perhatian serius terhadap aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan di masa mendatang.

Pang Xue Kai, Co-founder & CEO Tokocrypto mengatakan, saat ini bitcoin telah menjelma menjadi jenis aset atau instrumen investasi baru di luar instrumen investasi yang ada selama ini, sesuai emas, logam mulia, saham, obligasi, dan lain sebagainya.


"Bahkan ada yang mengandaikan Bitcoin sebagai emas digital (digital gold),” ujarnya saat webinar belum lama ini.

Selain Bitcoin, ada inovasi lain yang tidak kalah menarik karena keduanya sama-sama berlandaskan teknologi Blockchain, yaitu DeFi (Decentralized Finance). 


DeFi menjadi menarik karena mengacu pada sistem keuangan yang berbasiskan teknologi Blockchain yang bersifat terbuka, decentralized, tanpa perantara, trustless, dapat diprogram, dan dapat diaplikasikan ke ekosistem aset kripto.

DeFi adalah sistem finansial terbuka tanpa perantara, yang selama ini sukses digunakan dalam transaksi aset kripto.

Dengan DeFi, aset kripto dapat ditransaksikan, dipindah-tangankan, diperdagangkan, atau dipakai untuk aktivitas finansial lainnya dengan efisien, aman, dan ringkas.


DeFi juga diklaim dapat menjadi solusi masalah akut inklusi keuangan yang hingga kini belum dapat diatasi oleh sistem keuangan tradisional (bank konvensional).


Keberadaan DeFi sebagai sistem finansial terbuka juga sudah dapat dinikmati di Indonesia.

Meskipun belum menjadi alat pembayaran resmi, Bitcoin dan aset kripto lainnya sudah diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di 13 pedagang aset kripto (crypto exchange) yang resmi terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).


Mekanisme perdagangan aset kripo ini telah diatur dalam peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaran Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Menurut coinmarketcap.com, website riset pasar, ada lebih dari 6.000 aset kripto yang terdaftar secara global.

Per 27 Januari, dari data website tersebut, diketahui nilai totalnya hingga US$ 897.3 miliar dan nilai total semua Bitcoin, aset kripto yang paling popular hingga US$ 563,8 miliar.

Di Indonesia, sejak Desember tahun lalu, pemerintah melalui BAPPEBTI sudah menetapkan untuk ‘hanya’ mengizinkan perdagangan 229 aset kripto.

Teguh Kurniawan Harmanda, Chief Operating Office Tokocrypto sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) mengatakan,adanya daftar lewat peraturan baru aset kripto yang boleh diperdagangkan ini akan memperkecil adanya proyek-proyek aset kripto yang tidak bertanggung jawab.


"Peraturan itu sekaligus mencerminkan dukungan penuh pemerintah soal perdagangan aset kripto yang sedang tumbuh pesat ini,” katanya.

Oleh sebab itu, penting bagi investor untuk memilih platform perdagangan aset kripto yang sudah terdaftar di BAPPEBTI sebab memiliki keamanan yang lebih terjamin.

Pedagang aset kripto yang terdaftar di BAPPEBTI dapat dikatakan telah lolos verifikasi.

Tokocrypto, sebagai salah satu pedagang aset kripto nomor satu dan terpercaya di Indonesia adalah pedagang aset kripto pertama yang terdaftar di BAPPEBTI. 

“Tokocrypto telah bekerjasama dengan Binance, pedagang aset kripto terbesar di dunia untuk memperbaharui platform kami menjadi Tokocrypto v2.0 dengan keamanan dan teknologi terkini.

Hal ini memungkinkan pengguna mengakses finansial mereka dengan cara yang efisien, transparan dan terukur, tentunya dengan jaminan keamanan dan likuiditas tingkat industri,” kata Pang Xue Kai.

Sejak akhir 2020 lalu, Tokocrypto juga memberikan rewards berupa program referral terkini berbasis komisi yang memungkinkan pengguna memperoleh pendapatan pasif seumur hidup hingga 50% dari orang yang mereka referensikan.

Pengguna juga dapat berbagi komisi dengan orang yang menggunakan referral mereka hingga 20% dan memperoleh 30% dari biaya transaksi setiap mereka menjalani jual beli aset kripto.

(TRI)

Total dibaca: 126x | Berikan Komentar!


Redo Prakoso
Penulis : Redo Prakoso
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Tahukah Kamu? Ini Penyebab Saham Kalbe Farma Tak "Ngegas" seperti saham BUMN Farmasi