Jago Lagu
Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Cari Tahu, Hindari Risiko Kerugian akibat Banjir, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi Pertanian

Cari Tahu, Hindari Risiko Kerugian akibat Banjir, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi Pertanian

Cari Tahu, Hindari Risiko Kerugian akibat Banjir, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi Pertanian (Kompas)

YukCopas.my.id - Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tapi juga menggangu sektor pertanian.

Wakil Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Banjir Kalimantan Selatan Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, sebanyak 11 kabupaten dan kota di Kalsel terancam gagal panen akibat bencana banjir yang melanda daerah itu.

"Total lahan sawah yang terancam gagal panen seluas 18.356 hektare," kata Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) itu dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Karena potensi kerugian yang cukup besar, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani untuk menggunakan asuransi demi menjaga lahan pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, banjir yang melanda Kalsel merupakan duka yang memengaruhi banyak sektor, termasuk pertanian.


"Ribuan hektare lahan pertanian menjadi rusak dan gagal panen. Untuk itu, kami mengajak petani untuk mengasuransikan lahan agar terhindar dari kerugian yang lebih besar," ucap Mentan.


Senada dengan Mentan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menjelaskan, asuransi lahan pertanian merupakan bagian dari mitigasi bencana.

"Asuransi akan menjaga lahan yang gagal panen akibat sejumlah kondisi. Misalnya, perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, cuaca ekstrem, dan bencana alam, sesuai banjir yang melanda Kalimantan Selatan," kata Sarwo Edhy.


Ia menambahkan, petani sudah dapat mengasuransikan lahannya saat memasuki musim tanam. Dengan begitu, jika lahan pertanian mengalami gagal panen, petani dapat memperoleh klaim.


"Klaim yang dikeluarkan asuransi hingga Rp 6 juta per hektare. Dengan klaim tersebut, petani tidak akan menderita kerugian justru petani memiliki modal untuk tanam kembali," paparnya.


Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting, topik menarik, dan informasi lainnya

Aktifkan


Belum berhasil mengaktifkan notifikasi Kompas.com? Klik di sini

(KOM)

Total dibaca: 79x | Berikan Komentar!


Eko Putra
Penulis : Eko Putra
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Hmmm, Update Harga Emas Antam Selasa 20 April 2021, Turun Rp 6.000 Jadi Rp 933.000 per Gram