Cari Tahu, Anggaran PEN Naik, Kemenkeu Kembali Utakatik Anggaran K/L Rp 26,3 Triliun

Cari Tahu, Anggaran PEN Naik, Kemenkeu Kembali Utakatik Anggaran K/L Rp 26,3 Triliun

Cari Tahu, Anggaran PEN Naik, Kemenkeu Kembali Utakatik Anggaran K/L Rp 26,3 Triliun (Kompas)

YukCopas.my.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah merealokasi dan me-refocusing anggaran kementerian/lembaga tahap keempat. Refocusing tahap keempat ini baru saja dimulai dan ditargetkan rampung pada minggu pertama Agustus 2021.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengungkapkan, refocusing dilakukan untuk menambah anggaran PEN tanpa harus menarik utang.

Sebagai informasi, pemerintah membutuhkan dana Rp 55,21 triliun karena naiknya anggaran PEN dari Rp 699,43 triliun menjadi Rp 744,75 triliun.

Anggaran PEN Naik, Kemenkeu Kembali Utakatik Anggaran K/L Rp 26,3 Triliun


"Karena PC PEN naik anggarannya Rp 55,21 triliun, maka kita perlu menambah penyiapan untuk itu. Karena itu kita lakukan refocusing tahap keempat besarnya Rp 26,3 triliun," kata Isa dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Adapun saat ini, pemerintah masih menjalani realokasi tahap ketiga yang rencananya rampung akhir bulan Juli.


Dalam tahap ketiga, pemerintah merealokasi anggaran Rp 32,2 triliun, yang terdiri dari Rp 26,2 triliun belanja K/L dan Rp 6 triliun dari TKDD. Sedangkan refocusing tahap I dan II sudah selesai dilakukan.

"Ini akan di-refocusing untuk menyediakan pembiayaan untuk belanja PEN. Saat ini tahap tiga berjalan, Insya Allah akhir bulan ini sudah dapat kita rampungkan semua," beber Isa.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, pemangkasan anggaran K/L berasa dari anggaran yang belum dilakukan oleh Kementerian Keuangan.


Pihaknya kata Suahasil, menjalani realokasi dan refocusing secara selektif sehingga tidak mengganggu program K/L.


Anggaran yang di-refocusing adalah anggaran dari program yang tidak dapat dilakukan, sesuai perjalanan dinas dan kontrak saat PPKM yang tidak terlalu menjadi prioritas.


"Jadi logika menjalani refocusing dan realokasi selalu dijaga," pungkas Suahasil.

(KOM)

Total dibaca: 35x | Berikan Komentar!


Oleh: Bambang Pamungkas
Tech Enthusiast

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Hmmm, Terima Tamu dari Kudus, 35 Santri di Boyolali Positif Corona