Jago Lagu
Jago Lagu

Update Terbaru, Melihat Tumpukan Utang Triliunan Rupiah BUMN per Juni 2021

Update Terbaru, Melihat Tumpukan Utang Triliunan Rupiah BUMN per Juni 2021

Update Terbaru, Melihat Tumpukan Utang Triliunan Rupiah BUMN per Juni 2021 (Cnn)

YukCopas.my.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali mengungkit tumpukan utang perusahaan pelat merah. Kali ini buka-bukaan ia lakukan di hadapan anggota Komisi VI DPR RI.

Salah satu perusahaan yang ia sebut punya tumpukan utang adalah PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau holding PTPN.

Erick membongkar praktik korupsi terselubung yang terjadi di PTPN. Ia menyebut praktik korupsi terselubung telah memicu tumpukan utang di PTPN III hingga Rp43 triliun.

Melihat Tumpukan Utang Triliunan Rupiah BUMN per Juni 2021


Respons Jiwasraya dan BTN Digugat Rp448 Juta ke Pengadilan

"Utang Rp43 triliun adalah penyakit lama dan ini saya rasa korupsi terselubung yang harus dibuka dan ditutup yang menjalani ini," ungkap Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9).


Dalam kesempatan berbeda, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pernyataan Erick terkait persoalan utang di PTPN adalah gambaran masa lalu. Dengan kata lain, korupsi terselubung yang disebut Erick terjadi di masa lampau.

"Yang sekarang jauh lebih baik. PTPN sudah menjalani banyak upaya agar kasus pada masa lalu tak terulang," ucap Arya.

Utang BUMN seakan menjadi pembahasan yang tak pernah ada habisnya. Hal ini kerap menjadi perhatian banyak pihak karena menyangkut perusahaan negara.


Lantas, bagaimana posisi utang BUMN lainnya saat ini?


1. PT Garuda Indonesia (Persero)


Mengutip laporan keuangan perusahaan, Garuda Indonesia tercatat memiliki kewajiban (liabilitas) atau utang sebesar US$12,96 miliar atau Rp184,03 triliun (asumsi kurs Rp14.200 per dolar AS) per semester I 2021.

Posisi utang tersebut naik 1,8 persen dibandingkan dengan periode semester I 2020 lalu yang hanya US$12,73 miliar atau Rp180,76 triliun.

Jika dirinci, total liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar US$5,05 miliar atau Rp71,71 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar US$7,9 miliar atau Rp112,18 triliun.


Mengenal Evergrande yang Bikin Was-was Sri Mulyani

2. PT Waskita Karya (Persero)

Dalam laporan keuangan perusahaan, total liabilitas Waskita Karya sebesar Rp89,73 triliun per semester I 2021. Angkanya naik 0,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp89,01 triliun.


Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp48,55 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp41,18 triliun.

3. PT Wijaya Karya (Persero)

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Wijaya Karya mencatatkan total liabilitas sebesar Rp45,8 triliun dalam 6 bulan pertama tahun ini. Angkanya turun dari posisi yang sama tahun lalu, yakni Rp51,45 triliun.

Jika dirinci, liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp33,11 triliun dan jangka panjang sebesar Rp12,69 triliun.


Program Kartu Prakerja Akan Kembali Dilanjutkan Tahun Depan


4. PT Adhi Karya (Persero)

Total liabilitas Adhi Karya tercatat sebesar Rp33,34 triliun per Juni 2021. Jumlahnya naik 2,5 persen dari Juni 2020 yang sebesar Rp32,51 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas jangka panjang sebesar Rp27,63 triliun dan jangka pendek sebesar Rp5,71 triliun.

5. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP

PTPP mencatatkan liabilitas sebesar Rp41,27 triliun sepanjang semester I 2021. Realisasi tersebut naik dari posisi semester I tahun lalu yang sebesar Rp39,46 triliun.

Rinciannya, liabilitas jangka pendek sebesar Rp30,41 triliun dan jangka panjang Rp10,86 triliun.

Uang Bansos dan PKH Rp268 T Sudah Mengalir ke Masyarakat

6. PT PLN (Persero)

Laporan keuangan PLN menunjukkan total liabilitas sebesar Rp643,85 triliun per semester I 2021. Jumlahnya turun dari semester I 2020 yang sebesar Rp649,24 triliun.

Liabilitas itu terdiri dari jangka panjang Rp500,3 triliun dan pendek sebesar Rp143,55 triliun. (aud/agt)

(CNN)

Total dibaca: 52x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Riko Satria
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Harus Tahu Pasangan Pengantin Naik Alat Berat Loader Keliling Alunalun, Mempelai Pria Ternyata Kepala Dinas PU