Jago Lagu

Terbaru, Semester I 2021, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Bertambah 217 Megawatt

Terbaru, Semester I 2021, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Bertambah 217 Megawatt

Terbaru, Semester I 2021, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Bertambah 217 Megawatt (Kompas)

YukCopas.my.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat terjadi pertumbuhan kapasitas pembangkit energi terkinikan sebesar 217 megawatt sepanjang semester I tahun ini.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan tambahan kapasitas tersebut masuk ke dalam sistem jaringan on grid milik PLN.

"Ini capaian menarik, tapi untuk hingga target bauran 23 persen harus kerja empat sampai lima kali lipat dari sekarang, sehingga di tahun 2025 dapat mendeklarasikan target yang ditetapkan 23 persen," kata Dadan dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Semester I 2021, Pembangkit Energi Baru Terbarukan Bertambah 217 Megawatt


Total tambahan 217 megawatt tersebut berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Malea sebesar 90 megawatt, pembangkit listrik tenaga minihidro sembilan unit berkapasitas 56 megawatt, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap sebesar 13 megawatt, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Marapi Unit II berkapasitas 45 megawatt, dan pembangkit listrik tenaga bioenergi sebesar 12,5 megawatt.

Selama kurun waktu lima tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit energi baru terkinikan sebesar 1.478 megawatt dengan kenaikan rata-rata sebesar 4 persen per tahun.


Dadan mengungkapkan bahwa salah satu faktor pendorong pertumbuhan pembangkit energi bersih dapat melalui energi surya.

Menurutnya, potensi listrik tenaga matahari itu hingga 207,8 gigawatt di Indonesia. Namun, angka pemanfaatan saat ini masih sekitar 0,1 persen.

"Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan PLTS, salah satunya melalui PLTS atap," ujar Dadan.


Kementerian ESDM sedang menyusun tarif ekspor impor listrik atau feed in tariff yang sebelumnya 1:0,65 menjadi 1:1 untuk mendorong peningkatan jumlah PLTS atap pada level masyarakat.


Masuknya energi baru terkinikan sebagai fase keniscayaan dalam pemanfaatan sumber energi global, jelas Dadan, tetap harus mempertimbangkan kondisi kebutuhan energi di dalam negeri.


Pemerintah optimistis mampu hingga target bauran energi bersih dalam empat tahun mendatang.

Salah satu yang ditempuh pemerintah adalah merampungkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) milik PLN tahun 2021-2030.


(KOM)

Total dibaca: 76x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Nurul Cahyaning
No Internet No Life

Cari tahu apa saja yang ada di Internet, dan informasi paling viral hari iniTeknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Waduh! Fakta Virus H10N3, Kasus Flu Burung Langka di China