Jago Lagu
Jago Lagu
  • Jumat, 14 May 2021
  •  

Terbaru, Harga Ayam 'Kemurahan', Peternak Demo Lagi di Kantor Kementan

Terbaru, Harga Ayam 'Kemurahan', Peternak Demo Lagi di Kantor Kementan

Terbaru, Harga Ayam 'Kemurahan', Peternak Demo Lagi di Kantor Kementan (Cnn)

YukCopas.my.id - Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) kembali menggelar aksi damai untuk mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) memperbaiki tata niaga unggas, terutama ayam. Hal itu dilakukan agar peternak mandiri tidak semakin terpuruk.

Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan carut-marut tata niaga tersebut membuat harga jual ayam broiler yang mereka besarkan selalu berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).

Saat ini, misalnya, harga ayam broiler hanya di kisaran Rp20.220 hingga Rp21.000, sementara harga produksinya dapat hingga Rp22 ribu.

"Input kami itu masih sangat mahal mulai dari pakan ternak dan obat-obatan. Akibatnya harga jual ayam hidup kami selalu di bawah harga pokok produksi (HPP)," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/5).

Tuntutan PPRN sendiri antara lain adanya jaminan supply DOC FS ke Peternak Rakyat Mandiri sesuai Pasal 19 ayat (1) Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.


"Pembagian DOC, sesuai Permentan pasal 19 itu kan pelaku usaha integrasi (integrator) dan pembibit wajib menjual DOC-nya ke peternak mandiri atau UMKM. Nyatanya kami enggak kebagian," imbuh Alvino.


Kemudian, mereka menuntut jaminan harga jual live bird di atas HPP peternak mandiri sesuai Permendag 7/2020 tersebut, yakni minimal Rp20 ribu per kilo gram.

Lainnya, adalah menjalani penyerapan ayam hidup saat harga farm gate (harga kandang di tingkat para peternak) di bawah HPP Peternak Mandiri sesuai Pasal 3 ayat (1), serta melarang perusahaan integrasi dan afiliasinya menjual ayam hidup dan budidayanya 100 persen masuk RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas).


Kementan, menurut Alvino, harus berani memberikan sanksi kepada perusahaan integrasi atau importir Grand Parent Stock (GPS) atau bibit ayam indukan, juga perusahaan pakan ternak yang tidak mematuhi tuntutan tersebut.


"Integrator itu menjual ayam hidup ke pasar becek Coba kalau mereka ke RPHU olahan atau oreka, enggak akan sesuai ini harganya," tegasnya.


Sebelumnya, Alvino mewakili ratusan ribu peternak unggas mandiri menyampaikan nota keberatan ke-1 kepada Kementan pada Senin (15/3).

Nota keberatan diberikan lantaran PPRN menilai pemerintah gagal dan membiarkan peternak yang hanya memiliki kontribusi produksi perunggasan nasional 20 persen secara nasional merugi sekitar Rp5,4 triliun sepanjang 2019 dan 2020.

Alvino juga menegaskan ini bukan lah aksi terakhir yang akan dilakukan para peternak. Jika hingga lebaran tuntutan mereka belum dikabulkan, maka aksi lanjutan yang lebih besar.


"Kami bertemu dengan perwakilan pemerintah itu Direktur Bibit Dan Produksi Kementan Bapak Sugiono. Tapi tadi sifatnya audiensi bukan dialog. Kalau tuntutan tidak dikabulkan kami akan aksi lagi terus," pungkasnya.

(hrf/sfr)


(CNN)

Total dibaca: 41x | Berikan Komentar!


Bambang Pamungkas
Penulis : Bambang Pamungkas
Tech Enthusiast

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Update, Erajaya Tanggapi Video Viral Belanja iPhone 12 "Tidak Menyenangkan" di iBox