Jago Lagu
Jago Lagu

Oops, Pengusaha Minta Usulan Kenaikan UMP 2022 Tidak Berlebihan

Oops, Pengusaha Minta Usulan Kenaikan UMP 2022 Tidak Berlebihan

Oops, Pengusaha Minta Usulan Kenaikan UMP 2022 Tidak Berlebihan (Kompas)

YukCopas.my.id -  Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta usulan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 tidak berlebihan. 

“Dalam kondisi ketidakpastian ini sangat tidak elok jika teman-teman serikat buruh meminta kenaikan UMP secara berlebihan," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (31/10/2021).

"Pengusaha saat ini sedang memutar otak bagaimana agar tetap mampu bertahan sampai ekonomi kita dapat normal kembali dan teman-teman harus mengerti akan tekanan berat yang dihadapi dunia usaha saat ini,” sambung dia.

Pengusaha Minta Usulan Kenaikan UMP 2022 Tidak Berlebihan


Menurut dia, permintaan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait kenaikan UMP 2022 sebesar 7 hingga 10 persen harusnya atas dasar situasi dan kondisi ekonomi yang baru mulai pulih.

“Ekonomi kita baru mulai merangkat ketika pemerintah menurunkan PPKM ke level 2 yang memungkinkan Pemerintah memperluas kelonggaran di mana berbagai sektor usaha yang sudah hampir 1,5 tahun tutup dapat buka kembali,” kata dia.


Sarman mengatakan tidak ada yang dapat menjamin ekonomi akan pulih dan semakin membaik ke depan. Namun, semuanya akan kembali pada sejauh mana upaya seluruh masyarakat untuk sama-sama dapat mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dewan Pengupahan Provinsi dan Kabupaten/Kota akan menjalani sidang untuk menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 yang akan diajukan kepada gubernur atau bupati untuk ditetapkan.

Adapun formula baru penetapan UMP diatur dalam PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan pengganti dari PP No.78 tahun 2015. Sarman menilai format baru yang diatur dalam PP No.36 tahun 2021 dinilai lebih akurat dan moderat.


“Format baru lebih akurat dan moderat karena memakai pendekatan beberapa variabel sesuai jumlah rata-rata per kapita rumah tangga, rata-rata jumlah anggota rumah tangga yang sudah bekerja dan jumlah rata-rata anggota rumah tangga,” ucap Sarman


Sarman mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi dan inflasi masing-masing daerah akan dilihat mana yang lebih tinggi serta adanya batas atas dan atas bawah sebagai dasar untuk menetapkan UMP 2022.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

(KOM)

Total dibaca: 92x | Berikan Komentar!


Oleh: Eko Putra
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Tidak Disangka, Live Streaming TV Online India Open 2022: Ahsan/Hendra Jumpa Unggulan Ketiga Asal Malaysia