Jago Lagu
Jago Lagu

Lagi Viral, Kronologi Pembeli Apartemen 45 Antasari yang Rugi Rp591,9 M

Lagi Viral, Kronologi Pembeli Apartemen 45 Antasari yang Rugi Rp591,9 M

Lagi Viral, Kronologi Pembeli Apartemen 45 Antasari yang Rugi Rp591,9 M (Cnn)

YukCopas.my.id - Pembeli mengaku menanggung kerugian Rp591,9 miliar karena proyek mangkrak hunian vertikal di Jalan Pangeran Antasari Nomor 45, Jakarta Selatan. Kerugian berasal dari pembayaran yang sudah disetorkan seluruh calon penghuni apartemen kepada PT Prospek Duta Sukses (PDS).

"Angka kerugian ini berasal dari seluruh pembayaran yang sudah dibayarkan 775 pembeli untuk 923 unit kepada PT PDS selaku pengembang proyek Apartemen 45 Antasari," terang Paguyuban Korban Antasari 45 dalam keterangan resmi, Rabu (19/1).

Pada 2014, perusahaan dinilai belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di tengah gencarnya memasarkan unit hunian. Lalu, pengembang tidak dapat membuktikan progres pembangunan secara fisik juga finansial hingga saat ini.

Kronologi Pembeli Apartemen 45 Antasari yang Rugi Rp591,9 M


Kronologi Dana Segar dari Alpha JWC Ventures ke Bisnis Es Doger Gibran

"PT PDS tidak dapat menunjukkan dokumen finansial, sesuai bank guarantee, uang suntikan modal, dan bukti lain yang menyatakan kemampuan mereka dalam menyelesaikan proyek Apartemen 45 Antasari," lanjutnya.


Padahal, pengembang sudah mengantongi uang penjualan apartemen sebanyak Rp591,5 miliar ditambah dengan pinjaman sebesar US$25 juta dari kreditor asing, yakni Ultimate Idea Limited (UIL). Namun, pengembang masih tidak dapat melanjutkan pembangunan.

Akhirnya, PT PDS dinyatakan pailit dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam keadaan pailit, kedua belah pihak membuat perjanjian perdamaian, akan tetapi perjanjian tersebut dinilai melanggar aturan.

"Perjanjian perdamaian yang diduga melanggar sejumlah pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman," tulisnya.


Profil Penyuntik Modal Bisnis Es Doger Gibran Rp71 M


Perjanjian perdamaian hanya memberikan dua opsi, yakni melanjutkan pembayaran, akan tetapi tidak ada jaminan penyelesaian pembangunan.


Opsi lainnya, menolak melanjutkan pembayaran, tapi pengembang tidak akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan pembeli sebelum investor membeli saham PT PDS dari pemegang saham sebelumnya.

"Padahal, menurut PP Nomor 12 Tahun 2021 Pasal 22h menyebut pengembang harus mengembalikan seluruh uang dari pembeli apabila pengembang gagal menyelesaikan pembangunan," tulisnya.

Di lain sisi, saham PT PDS telah dibeli oleh investor dari PT Indonesian Paradise Property Tbk (PT INPP) dengan nilai Rp1 juta untuk seluruh saham yang berjumlah 78.800 lembar.


Namun, PT INPP mengklaim masih membutuhkan dana sebesar Rp400 miliar untuk melanjutkan pembangunan 3 proyek properti pada tahun ini.


(fry/bir)


(CNN)

Total dibaca: 334x | Berikan Komentar!


Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Lagi Viral, Dedi Mulyadi Tagih Janji Menteri LHK soal Hal Ini