Jago Lagu

Waduh! Analisis Medan Tempur Ala Quartararo di MotoGP Amerika, sang Iblis Tak Ingin Bagnaia Besar Kepala

Waduh! Analisis Medan Tempur Ala Quartararo di MotoGP Amerika, sang Iblis Tak Ingin Bagnaia Besar Kepala

Waduh! Analisis Medan Tempur Ala Quartararo di MotoGP Amerika, sang Iblis Tak Ingin Bagnaia Besar Kepala (Tribun)

YukCopas.my.id - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo mulai membuat analisis untuk balapan MotoGP Amerika akhir pekan ini.

Seri ke-15 MotoGP 2021 bertajuk MotoGP Amerika akan berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Jumat (1/10/2021) hingga Senin (4/10/2021) dini hari WIB.

MotoGP 2021 tinggal menyisakan empat balapan sisa. Di mana perburuan gelar Juara Dunia MotoGP 2021 tengah dipimpin Fabio Quartararo.

Analisis Medan Tempur Ala Quartararo di MotoGP Amerika, sang Iblis Tak Ingin Bagnaia Besar Kepala


Namun dalam dua balapan terakhir, rider berjulul El Diablo (sang Iblis) harus mengakui kekuatan rider andalan Ducati yang juga pesaing terdekatya, Francesco Bagnaia.

Runner-up pebalap Yamaha Prancis Fabio Quartararo, juara balapan Pembalap Italia Francesco Bagnaia dan pebalap Ducati-Avintia Italia Enea Bastianini merayakannya di podium setelah Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli pada 19 September 2021 di Misano Adriatico, Italia. (ANDREAS SOLARO / AFP)Kemenangan Bagnaia di MotoGP Aragon dan San Marino membuat posisi Quartararo makin tertekan.


El Diablo sejauh ini membukukan 234 poin. Ia unggul 48 angka dari 'Pecco' Bagnaia yang duduk di tangga kedua.

Quartararo mengetahui bahwa persaingan gelar Juara Dunia MotoGP 2021 melibatkannya dengan Bagnaia.

Oleh karena itu, ia tak ingin posisinya semakin di ujung tanduk dengan penampilan garang anak didik Valentino Rossi itu.


Untuk mengantisipasi tekanan Bagnaia makin ugal-ugalan, Quartararo mematok kemenangan di MotoGP Amerika sebagai harga mati.


Meski demikian, El Diablo memahami bahwa COTA bukanlah lintasan yang berpihak kepada dirinya ataupun Yamaha.


Sirkuit yang berada di wilayah Austin ini lebih condong menjadi wilayah 'jajahan' pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Tercatat, The Baby Alien meraih kemenangan sebanyak enam kali sejak turun di kelas para raja.

Terlebih lagi, COTA memiliki karakteristik yang berpihak kepada motor sesuai Ducati.


Lintasan ini memiliki ciri khas jumlah tikungan sebanyak 20, dan lintasan lurus sepanjang 1,2 km.

Birbicara speed di lintasan lurus, Desmosedici menjadi jagoannya dibandingkan RC213V juga YZR-M1.

Pembalap Ducati Italia Francesco Bagnaia (kiri) dan pembalap Honda Spanyol Marc Marquez (kedua dari kiri) bersaing selama Grand Prix Sepeda Motor Austria di trek balap Red Bull Ring di Spielberg, Austria pada 15 Agustus 2021. (Joe Klamar / AFP)Quartararo pun sadar diri akan kondisi tersebut. Oleh karena itu, ia memilih untuk menjalani mapping trek mana saja yang bakal menguntungkan dirinya ataupun sebaliknya.


"Tentu saja, lintasan lurus sesuai COTA menjadi masalah yang berarti bagi kami (Yamaha)," terang Fabio Quartararo, sesuai yang dikutip dari laman Speedweek.

"Namun tak semua sisi lintasan ini merugikan Yamaha. Ada turn pertama dan terakhir yang dapat menjadi titik krusial bgai kami untuk mengambil posisi depan," tandasnya.

Quartararo juga tak ingin apa yang dihasilkan Bagnaia dalam dua balapan terakhir membuat pembalap Italia itu besar kepala.


Satu di antara cara untuk memberikan peringatan ala Quartararo adalah menjuarai MotoGP Amerika.

Dengan demikian, menjaga perolehan angka menjadi poin utama dalam perebutan titel bergengsi MotoGP 2021.


Meski demikian, Quartararo memiliki batasan-batasan yang harus ia jaga ketika menjalani balapan.

"Saya selalu bekerja keras dalam setiap balapannya. Namun tentu saja ada batasan yang tak dapat saya lampaui karena itu mengundang risiko."

Apa yag diungkapkan Quartararo terbilang realistis.

Ia tak dapat nge-push habis-hadapatn untuk podium utama dalam setiap balapannya.

Melihat seri balapan MotoGP 2021 menyisakan empat lagi, meraih poin dan menjaga perolehan angka hingga akhir musim menjadi raihan paling realistis.

Jika kehilangan balapan akibat kecelakaan, maka situasi itu menjadi petaka bagi Quartararo dalam perburuan gelar Juara Dunia MotoGP 2021.

(Tribunnews.com/Giri)

(TRI)

Total dibaca: 71x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Ahmad Taulany
Singing Is Power

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Lagi Viral, Viral Video Kepala Tikus dalam Mi Ayam, Pemilik Warung Ngaku Difitnah, Polisi Buru Pengunggah