Jago Lagu
  • Selasa, 09 Mar 2021
  •  

Tidak Disangka, Ini 10 Media Online, Cetak dan Akun Medsos Teraktif Beritakan Covid19 Sepanjang 2020

Tidak Disangka, Ini 10 Media Online, Cetak dan Akun Medsos Teraktif Beritakan Covid19 Sepanjang 2020

Tidak Disangka, Ini 10 Media Online, Cetak dan Akun Medsos Teraktif Beritakan Covid19 Sepanjang 2020 (Kompas)

Covid-19 membuat produktivitas berita media online meningkat tajam dibanding pemberitaan 2019. "Pada 2019, jumlah berita 10.042.063. Meningkat dua kali lipat jadi 20.126.471 berita dari 4.419 media online," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang saat dihubungi Selasa (29/12/2020). Rustika menjelaskan, mulai 1 Januari-15 Desember 2020, jumlah pemberitaan terkait isu Covid-19 hingga 5.465.266 berita. Itu artinya, jumlah berita Covid-19 pada tahun ini hingga 54 persen dibanding tahun lalu. "Secara total, isu Covid-19 mengisi 27 persen dari seluruh aktivitas produksi berita di media tahun ini," kata Rustika. Isu-isu yang mengiringi pemberitaan Covid-19 di media terbilang multidimensi. Mulai dari politik, ekonomi, sosial, diplomatik, hingga pertahanan keamanan.

 

10 Media Online Teraktif


I2 mencatat, ada 10 media online yang paling aktif memberitakan isu Covid-19 sepanjang 2020. Republika.co.id menduduki peringkat pertama dengan jumlah berita hingga 100.748 berita. Posisi kedua ditempati Tribunnews.com 82.183 berita, kemudian Kompas.com pada posisi ketiga dengan 80.967 berita. Posisi keempat ditempati Kumparan.com dengan 72.308 berita dan posisi kelima ditempati Detik.com dengan 69.815 berita. Antaranews.com bertengger di posisi keenam dengan 66.014 berita. Posisi keenam hingga 10 masing-masing ditempati oleh Sindonews.com dengan 59.116 berita, Suara.com dengan 56.907 berita, Tempo.co sebanyak 52.618 berita dan Bisnis Indonesia 1.514 berita. "Dari ke-10 media online teraktif itu dapat disimpulkan bahwa isu pemberlakuan PSBB, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia serta keterjangkauan tes Covid-19 menjadi isu yang berulang dibahas," papar Rustika.

 


Pengadaan vaksin hingga rekor kasus baru

Menurut dia, narasi yang diangkat masing-masing media tidak jauh berbeda. Isu pengadaan vaksin juga tidak pernah luput dari perhatian media, terlebih rekor kenaikan kasus baru hingga akhir tahun. Narasi yang berkembang berupa penentuan vendor vaksin yang jatuh ke tangan Sinovac, proses pengujian hingga pernyataan tegas Presiden Jokowi yang menjamin pembiayaan pendistribusian vaksin ditanggung negara. "Isu yang kerap dikaitkan dengan Covid-19 sebagian besar merupakan agenda yang dirancang pemerintah dan isu yang disampaikan pemerintah," tutur dia. Ada pula, pengadaan vaksin, penyemprotan disinfektan, program pembelajaran jarak jauh, bantuan presiden, relaksasi pinjaman serta penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

10 Media Cetak Teraktif


I2 juga mencatat 10 media cetak yang memberikan atensi paling besar terhadap isu Covid-19 sepanjang 2020. Peringkat pertama diduduki Kedaulatan Rakyat dengan 11.807 berita. Investor Daily bertengger di posisi kedua dengan 10.805 berita. Posisi ketiga ditempati Suara Pembaruan dengan 9.371 berita. Jawa Pos berada di urutan keempat dengan 8.670 berita. Posisi kelima ditempati Media Indonesia dengan 8.652 berita. Sedangkan, posisi keenam hingga 10 ditempati oleh Tribun Kaltim dengan 8.411 berita, Bandung Ekspres 8.269 berita, Koran Kontan dengan 8.055 berita, Kompas 7.895 berita, dan Rakyat Merdeka 7.792 berita. Menurut Rustika, narasi tentang dampak pandemi terhadap perekonomian intens disoroti Investor Daily, Suara Pembaruan dan Media Indonesia. Kondisi ekonomi yang disoroti baik di sektor riil hingga makro-ekonomi. Sementara, Kedaulatan Rakyat dan Jawa Pos, kata dia, cenderung memberi ruang pada pemberlakuan PSBB di sejumlah daerah khususnya DKI Jakarta. Pembatasan aktivitas berjualan, kendala mobilisasi dengan transportasi umum, serta industri musik dan perfilman yang terpuruk karena adanya aturan berkerumun menjadi narasi yang cukup sering diangkat media ini.

 



4 Akun Rujukan soal Covid-19 di Media Sosial

Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap berbagai persoalan Covid juga terlihat dalam penelitian I2. Hingga Desember, tercatat 37 juta percakapan terkait Covid-19 di Twitter dari sebanyak 4.124.863 akun, dengan emosi terbesar Anticipation. Keingintahuan masyarakat, harapan, kecemasan, telah medorong berbagai pembahasan di Twitter, yang salah satunya didorong oleh informasi yang dibawa media. Dalam penelitian ini juga terlihat bahwa media online Indonesia menjadi salah satu penggerak isu di Twitter. Riset ini juga menunjukkan bahwa akun Presiden Jokowi menjadi rujukan utama dan influencer tertinggi dalam bahasan Covid-19 di Twitter. Selain itu, akun lainnya yang menjadi rujukan adalah Fiersa Besari, Ernest Prakasa, dan Dokter Gia Pratama.

Aktifkan Notifikasimu


Jadilah yang pertama menerima update berita penting, topik menarik, dan informasi lainnya

Aktifkan

Belum berhasil mengaktifkan notifikasi Kompas.com? Klik di sini


(KOM)

Total dibaca: 112x | Berikan Komentar!


Ayuk Kamila
Penulis : Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Bram Dika Admaja
29 Dec 2020, 07:10 WIB

paling viral nih berita yaa

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Paling Baru, Klasemen Liga Spanyol Usai Madrid Menang: Barcelona Tergeser