Jago Lagu
  • Kamis, 22 Apr 2021
  •  

Tahukah Kamu? Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Tahukah Kamu? Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Tahukah Kamu? Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas (Kompas)

YukCopas.my.id - Kota Semarang menjadi sorotan setelah banjir merendam kantor Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Saat memantau kondisi kantornya, Ganjar mengaku kaget karena selama ini meski hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Semarang, kantor gubernur tak pernah kebanjiran.

"Impossible, mosok kantor gubernur banjir, ini agak aneh. Saya tanya BMKG, hujannya cukup lebat, saya minta cek air kirimannya dari mana," kata Ganjar saat memantau kondisi kantornya, Selasa (23/2/2021).

Lepas dari masalah banjir yang dialami kota yang dijuluki Kota Lumpia tersebut, Kota Semarang adalah satu kota tujuan wisata yang memiliki banyak bangunan bersejarah.

Berikut 8 bangunan bersejarah di Kota Semarang dikutip dari laman semarangkota.go.id:


1. Puri Gedeh


Lihat Foto

DOK. Humas Pemprov Jateng


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat bertemu dengan serikat pekerja, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Minggu (11/10/2020).

Puri Gedeh adalah Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah. Bangunan ini masuk dalam daftar bangunan kuno di Kota Semarang.


Sebelum menjadi rumah dinas, Puri Gedeh adalah rumah milik keluarga Liem kemudian ditempati pertama kali oleh Gubernur Soepradjo Roestam dan diikuti oleh gubernur selanjutnya.

Rumah dinas Puri Gedeh berada di Jalan Gajah Mungkur tepatnya di barat Taman Gajah Mungkur.

2. Gedung Keuangan Negara Semarang


Lihat Foto

semarangkota.go.id

Di Gedung Keuangan Negara Semarang dulu berdiri gedung Het Groote Huis (balai kota) yang menggantikan Staadhuist di Brajangan.


Di Gedung Keuangan Negara Semarang dulu berdiri gedung Het Groote Huis (balai kota) yang menggantikan Staadhuist di Brajangan.

Karena bentuk sesuai balok persegi panjang banyak yang menyebut gedung ini dengan nama Gedung papak.

Selain sebagai balaikota, gedung papak ini pernah difungsikan sebagai kantor polisi dan Kantor Karesidenan, Kantor Pos dan keuangan dan Ruang sidang Raad Van Justice (Pengadilan Untuk Rakyat Eropa).

Pada tanggal 30 Nopember 1954 Gedung papak ini terbakar. Lalu dibangunlah gedung dengan bentuk sesuai sekarang ini dan befungsi menjadi Gedung Keuangan Negara.

3. Masjid Layur Kampung Melayu


Lihat Foto

KOMPAS/AMANDA PUTRI

Suasana buka puasa di Masjid Layur atau Masjid Menara di Kampung Melayu, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2015), dengan kopi arab. Kopi arab merupakan minuman khas kopi yang direbus dengan aneka rempah-rempah.

Masjid Layur adalah salah satu bangunan kuno di kota Semarang. Bangunan masjid sendiri tidak bergaya Arab dan lebih didominasi unsur lokal.

Lantai bangunan setangkup tersebut dinaikkan dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka

Walaupun sudah berusia tua, masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah.

Lokasi masjid ini disebut Kampung Melayu karena sejak tahun 1743, telah menjadi pemukiman yang sebagian besar adalah orang melayu.

Kala itu di kampung ini terdapat pelabuhan yang disinggahi oleh pedagang.


Penambahan menara pada bagian depan masjid membuat masjid tersebut dikena dengan nama masjid menara.

4. Gereja Katolik St Yusuf dan Pastoran Ronggowarsito

Lihat Foto

AFP PHOTO/MARTIN ABBUGAO

Gereja Katolik Roma di Singapura ketika ditutup saat awal wabah virus corona. Foto diambil pada 23 Februari 2020.

Komplek Gereja St. Jusuf yang dibangun antara 1870 - 1875, Di komplek tersebut ada gereja, pastoran dan gedung pertemuan.

Bangunan komplek tersebut berbeda dengan bangunan sekitarnya.

Ciri yang mencolok dari bangunan ini adalah bangunan bahan bata klinker. Bagian Tengah bangunan menjulang tinggi dengan jendela yang membentuk busur yang meruncing ke arah puncak.

Awalnya Gereja Katolik di Semarang adalah sebuah rumah penduduk. Pad tanggal 1 Agustus 1808, setelah Semarang dinyatakan sebagai stasi kedua di Nusantara dipilihlah Santo Yusuf sebagai pelindung cikal bakal gereja tersebut.

Menjelang tahun 1870 barulah diperoleh sebidang tanah di Gedangan yang disebut demikian karena pada masa sebelumnya tanah tersebut ditumbuhi pohon pisang.

Pada tanggal 1 Oktober 1870diselenggarakan upacara perletakan batu pertama bagi Gereja Saanto Yusuf . Gereja ini adalah Gereja Katolik pertama di Semarang.

5. Jembatan Berok

Lihat Foto

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA

Pengunjung terlihat asyik menikmati pesona bangunan di rumah tembok akar tepatnya di depan Gedung Monod Diephuis salah satu bangunan peninggalan zaman Belanda di Kawasan Kota Lama Semarang dengan mengendarai sepeda, Jumat (11/1/2019). Rute keliling Kota lama dengan mengendarai sepeda mulai dari Taman Sri Gunting (Gereja Blenduk), Jembatan Berok, Kantor Pos, Stasiun Tawang, Cendrawasih, Gedung Marabunta dan kembali lagi ke Taman Srigunting.

Jembatan Berok Semarang adalah merupakan jembatan yang melintas Kali Semarang.

Dulu, jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Kota lama/ Oud Standt yang dipagari dengan benteng berbentuk segi lima (Benteng Vijfhoek) dengan bagian kota yang lain.

Benteng tersebut kemudian dibongkar pada tahun 1842 dan jembatan ini dibiarkan saja. Jembatan ini terletak pada gerbang barat atau Gouvernementsport.

Jembatan berok sempat bernama Gouvernementsbrug diganti dengan Sociteisbrug. Namun sekarang terkenal dengan sebutan Jembatan Berok.

Nama Berok kolom ini berasal dari pelafalan brug oleh warga sekitar.

6. Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Lihat Foto

ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO

Pemudik yang menggunakan KM Dobonsolo tiba di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/6/2019). KM Dobonsolo mengangkut 1.542 orang peserta mudik balik gratis sepeda motor yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. *** Local Caption ***

Menurut inskripsi yang terdapat di atas pintu mercusuar, bangunan di Pelabuhan Tanjung Emas dibangun pada tahun 1884.

Tidak diketahui detail pembangunan mercusuar tersebut. Namun diduga erat kaitannya dengan pengembangan pelabuan sebagai pelabuhan ekspor hasil bumi oleh Pemerintah Kolonial pada waktu itu.

Pada masa menjelang akhir abad 19 Jawa merupakan penghasil gula nomor 2 di dunia.

Gudang-gudang di pelabuhan disempurnakan demikian pula dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini agar dapat disingahi kapal dagang yang lebih besar.

Pemerintahan Belanda mendirikan mercusuar serupa di beberapa tempat di jawa pada waktu yang hampir bersamaan.

7. Pasar Johar Semarang

Lihat Foto

Hilda B Alexander/Kompas.com

Wajah Baru Pasar Johar Semarang

Pada tahun 1860 cikal bakal Pasar Johar telah menempati bagian timur alun-alun dan dipagari oleh deretan pohon johar ditepi jalan. Dari sinilah nama Pasar johar itu lahir.

Lokasi pasar ini disebelah barat pasar Semarang yang disebut seagai Pasar Pedamara dan berdekatan pula dengan penjara. Sehingga Pasar Johar menjadi tempat menanti orang yang menengok kerabat di penjara.

Pada tahun 1931 itu gedung penjara tua yang terletak didekat pasar johar dibongkar sehubungan dengan rencana pemerintah kota untuk mendirikan Pasar Central modern.

Pasar Central lantas didirikan untuk mempersatukan fungsi lima pasar yang telah ada, yaitu Pasar Johar, Pasar Pedamaran, Pasar Beteng, Pasar Jurnatan dan Pasar Pekojan.

8. Toko Oen

Lihat Foto

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA

Toko Oen, Berlokasi di Gedung tua nan eksotis milik GKBI Jl. Empu Tantular No.29, Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang,

Toko Oen adalah salah satu restoran tertua di Indonesia dengan menu masakan Indonesia, chinese food, serta Belanda. Restoran Oen ini semula dimiliki oleh orang inggris bernama Grillroom.

Pada tahun 1936, restoran ini dibeli oleh Oen Tjoe Hok, kemudian diwariskan kepada Oen Liem Hwa. Sedangkan manager yang mengelola operasional restoran ini bernama Djoa Kok Tie.

Restoran Oen terdapat di semua kota besar di Jawa, antara lain Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Kemudian diwariskan kepada anak-anaknya dan Restoran Oen yang ada di Semarang ini dikelola oleh keluarga Megaradjasa.

Sejak berdiri 1936 hingga sekarang, dapat dikatakan tidak ada yang berubah dengan Toko Oen yang ada di Semarang.

(KOM)

Total dibaca: 81x | Berikan Komentar!


Meira Permata Sari
Penulis : Meira Permata Sari
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Bayu Setiawan
27 Feb 2021, 07:10 WIB

superrr sekali yaa?

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Tahukah Kamu? A Judiarto Digadanggadang Jadi Sekjen Bamsoet di Kepengurusan IMI Pusat