Jago Lagu
Jago Lagu

Tahukah Kamu? Dibantu Pemprov Jateng Bayar Kontrakan, Keluarga Pengawal Presiden Soekarno Ucapkan Terima Kasih

Tahukah Kamu? Dibantu Pemprov Jateng Bayar Kontrakan, Keluarga Pengawal Presiden Soekarno Ucapkan Terima Kasih

Tahukah Kamu? Dibantu Pemprov Jateng Bayar Kontrakan, Keluarga Pengawal Presiden Soekarno Ucapkan Terima Kasih (Kompas)

YukCopas.my.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah membiayai sewa kontrakan keluarga Serma R Koesno yang mengontrak rumah di Cimanggis, Depok.

Sebagai informasi, Serma R Koesno merupakan pengawal pribadi yang ditunjuk langsung oleh Ir Soekarno pada masa awal Kemerdekaan Indonesia.

Setelah meninggal pada 1998, Serma R Koesno meninggalkan istri bernama Elisabeth Koesno yang dinikahinya pada kurun waktu 1950-an. Elizabeth merupakan wanita keturunan Belanda-Indonesia, dari ibu yang berasal dari Purworejo.

Dibantu Pemprov Jateng Bayar Kontrakan, Keluarga Pengawal Presiden Soekarno Ucapkan Terima Kasih


Sepeninggal Serma, Elisabeth dan keluarganya hidup serbakekurangan sehingga kerap mengalami kesulitan ekonomi.

Cucu R Koesno, Roland Anziano menceritakan, kesulitan demi kesulitan memang tengah melanda keluarganya. Mereka kerap mengalami kesulitan ekonomi, mulai dari membayar sewa rumah hingga bayar air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).


Terlebih, pada Selasa (1/6/2021), masa sewa kontrakan rumah Elisabeth di Cimanggis akan habis. Bahkan, sang owner kontrakan sudah mendatangkan pemborong karena rumah itu akan dibongkar. Ia dan keluarganya sempat putus asa dan tak tahu akan tinggal dimana.

“Tak hanya masalah biaya sewa rumah, kami juga harus mengeluarkan biaya untuk perawatan oma (Elisabeth) setelah terjatuh pada akhir 2019. Biaya pengobatan oma juga tidak murah,” ujarnya.

Namun, kekhawatiran Roland sirna. Pasalnya, ia menerima kabar bahwa kontrakannya telah dibayar oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Bantuan ini pun diluar dugaan keluarga Elisabeth.


“Pak Ganjar tidak pernah menjanjikan apa-apa. Dua minggu lalu, saya kontak beliau lewat Instagram. Beliau membantu bayar PDAM. Katanya, ini hadiah Hari Lansia. Ternyata, beliau juga membayarkan kontrakan kami,” kata Roland.


Roland menambahkan, tagihan PDAM yang dibayarkan Ganjar dua minggu lalu berjumlah Rp 1,3 juta. Sementara itu, untuk kontrakan rumah sudah dibayar full selama satu tahun sebesar Rp 25 juta.


“Kami betul-betul berterima kasih karena jujur saja kemarin sudah packing baju-baju. Kami bingung mau ke mana,” ujar Roland.

Ia pun bercerita, sempat menyampaikan keinginannya kepada Ganjar untuk tinggal di Jawa Tengah jika memang ada tempat yang dapat ditinggali.

“Sempat bilang ke Pak Ganjar kalau ada tempat tinggal di Jawa Tengah, kami juga mau. Kecil-kecilan saja yang penting oma nyaman. Ternyata, malah dibayarin kontrakannya,” ucap Roland lagi.


Roland mengaku, dirinya tak dapat berhenti bersyukur. Pasalnya, Ganjar menolongnya tanpa babibu. Gubernur Jateng itu tak pernah bicara apa pun soal rumah kontrakan.

“Tahu-tahu sudah dibantu. Terima kasih banyak pada pak Ganjar,” katanya.

Lihat Foto


(DOK. Pemprov Jateng).

Elisabeth Koesno.


Sebelumnya, Roland terpaksa membagikan kisah neneknya melalui media sosial karena kesulitan yang dialami keluarganya. Sejumlah tokoh negara termasuk Ganjar Pranowo, ia mention.

“Dulu, opa (Serma R Koesno) punya rumah di Pondok Gede seluas 2.000 meter persegi. Namun, ada sengketa dan kami akhirnya mengalah karena juga butuh uangnya untuk oma. Dari situ, kami mulai pindah-pindah kontrakan sampai yang saat ini kami tinggali,” katanya.

Pada situasi pandemi yang tak kunjung usai, lanjut Roland, bantuan yang diharapkan datang tak pernah jelas juntrungannya. Hal tersebut membuat kondisi ekonomi Elisabeth Koesno sekeluarga makin tak karuan.


“Kami pernah jualan minyak, gula, dan beras, demi membeli token listrik. Padahal, banyak yang datang dan mengaku akan kasih bantuan. Saya diminta tanda tangan cek kosong, selanjutnya tidak ada bantuan yang datang. Walau demikian, kadang ada orang yang membantu memberikan mie, sembako, atau uang,” kata Roland.

Terkait kisah hidup sang kakek, Roland menceritakan, kakeknya dipilih oleh Bung Karno lantaran pernah berjuang bersama di sejumlah peperangan masa kemerdekaan. Koesno merupakan anggota pasukan dari Jendral Soedirman.

“Waktu itu, namanya Pasukan Pengawal Presiden, belum ada ajudan. Opa saya dipilih karena Bung Karno memang mencari anggota yang sedaerah dan menonjol pada perang-perang gerilya,” ujarnya.

Roland mengatakan, kakeknya memang tak banyak dikenal oleh publik tentang keterlibatannya dalam perang. Namun, ada banyak bukti bahwa opanya merupakan salah satu pengawal Bung Karno pada masa 1950-1960an.

“Opa saya terlibat pada berbagai peristiwa pengawalan Soekarno, sesuai Penembakan Istiqlal dan beberapa peristiwa penting lainnya,” imbuh Roland.

(KOM)

Total dibaca: 157x | Berikan Komentar!


Oleh: Nurul Cahyaning
No Internet No Life

Cari tahu apa saja yang ada di Internet, dan informasi paling viral hari iniTeknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
* Beli Ketupat Beli Pepaya, Gimana Cara Koment Yaa? *
Video Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA POPULER

Wow! Pemerintah Tunggak Tagihan Biaya Pasien OTG ke Hotel Rp140 M