Jago Lagu
Jago Lagu
  • Sabtu, 06 Mar 2021
  •  

Hmmm, Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet

Hmmm, Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet

Hmmm, Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet (Cnn)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menjelaskan mekanisme atau tindak lanjut dari rencana pemerintah dalam mengoptimalkan media deteksi virus corona menggunakan rapid test antigen.

Satgas mengatakan hingga saat ini tes antigen telah dilakukan dalam metode lacak kontak erat pasien, meskipun tidak dimasukkan dalam laporan harian resmi secara nasional. Pemerintah saat ini masih mengumumkan sebaran kasus covid-19 via hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) juga tes cepat molekuler (TCM).

Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan Covid-19 Masdalina Pane mengatakan antigen digunakan sejak 8 Februari 2021 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/446/2021.


"Jadi kontak erat harus terkait kasus konfirmasi. Begitu dia dinyatakan kontak erat, ada syaratnya, tidak sembarangan dia tiba-tiba kontak erat," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/2).

Selanjutnya usai diidentifikasi sebagai kontak erat, maka pemerintah akan menjalani pemeriksaan menggunakan rapid test antigen. Apabila hasilnya positif maka warga kontak erat tersebut akan menjalani tes PCR dalam 24 jam kemudian.


Bila terkonfirmasi positif covid-19 untuk kedua kali, kata dia, maka ia harus menjalani isolasi mandiri. Bila tanpa gejala hingga bergejala ringan maka diperbolehkan isolasi di rumah, bila bergejala sedang akan dirujuk ke rumah sakit darurat sesuai RSD Wisma Atlet. Bila bergejala berat, kata dia, maka harus dirawat di fasilitas kesehatan sesuai rumah sakit rujukan covid-19.

"Kalau tanpa gejala isolasi 10 hari, kalau ringan isolasinya 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala. Kalau sedang-berat itu kan dirawat di rumah sakit, jadi sudah manajemen klinis, tergantung rumah sakit," kata dia.

Lebih lanjut, Masdalina melanjutkan, apabila ditemukan hasil rapid test antigen yang negatif, maka kontak erat tersebut harus menjalani masa isolasi mandiri selama lima hari. Tepat hari kelima, maka warga tersebut bakal dites PCR. Apabila negatif, maka ia sudah dapat terbebas dari masa isolasi mandiri.



"Sekarang tidak ada swab follow up, sudah bebas kalau sudah tidak bergejala. Itu yang akan dijadikan Permenkes ya, belum jadi, tapi kira-kira begitu," pungkas Masdalina.

Masdalina mengatakan, saat ini Kemenkes tengah mempersiapkan wadah pelaporan kasus terkonfirmasi positif dari hasil tes antigen. Penggunaan deteksi covid-19 ini bakal masif dilakukan guna mendeteksi kasus kontak erat sebanyak-banyaknya sehingga mampu menekan perburukan gejala yang dialami pasien covid-19.


Ia pun menjelaskan definisi kontak erat juga tidak sembarang orang. Beberapa persyaratan di antaranya adalah seseorang yang menjalani kontak fisik dengan pasien covid-19 juga probable dalam waktu lebih dari 15 menit dengan jarak kurang dari 1,5 meter baik menggunakan alat pelindung diri (APD) juga tidak.

"Untuk pelaporannya belum menjadi kebijakan nasional. Akan dibuat Permenkes baru, begitu Permenkes-nya jadi, pelaporannya ya disiapkan juga," ujar dia. (khr/ain)


(CNN)

Total dibaca: 59x | Berikan Komentar!


Bambang Pamungkas
Penulis : Bambang Pamungkas
Tech Enthusiast

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Susi Azizah
23 Feb 2021, 07:10 WIB

ditunggu informasi selanjutnya

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Terbaru, Menkeu Sri Mulyani Tanggapi soal Pajak Pulsa dan Token Listrik, Sebut Tak Berpengaruh pada Harga