Jago Lagu
Jago Lagu
  • Senin, 08 Mar 2021
  •  

Duh! Jenazah ABK yang Meninggal di Kapal Ikan Taiwan Akhirnya Dibawa Pulang dan Dimakamkan di Gunungkidul

Duh! Jenazah ABK yang Meninggal di Kapal Ikan Taiwan Akhirnya Dibawa Pulang dan Dimakamkan di Gunungkidul

Duh! Jenazah ABK yang Meninggal di Kapal Ikan Taiwan Akhirnya Dibawa Pulang dan Dimakamkan di Gunungkidul (Kompas)

Jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) Sunakip Setiawan (21) akhirnya dapat dipulangkan ke rumah duka di Padukuhan Temuireng 2, Kalurahan Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta Minggu (31/1/2021).

Jenazah langsung dimakamkan sekitar 1 kilometer dari rumah duka.

"Iya tadi malam sudah sampai rumah duka," kata salah satu kerabat Sunakip, Danang Wahyudiantoro, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (21/1/2021).


Dijelaskannya, jenazah Sunakip tiba di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (30/1/2021) pada pukul 13.00 WIB.

Setelah melalui proses administrasi, jenazah dapat keluar bandara untuk dibawa ke rumah duka pada pukul 15.30 WIB.


Pihak keluarga menggunakan armada ambulans. Setelah sampai rumah duka, jenazah lalu dibawa masuk untuk dishalatkan dan langsung dimakamkan.

"Semalam setelah dishalatkan langsung dimakamkan," kata Danang.

Sunakip sendiri diketahui meninggal dunia dalam pelayaran di Taiwan pada Senin (4/1/2021) lalu.


Anak pasangan Bani dan Wagiyah ini merupakan putra kedua dari tiga. Korban berangkat bersama dua orang lainnya Udiantoro dan Edi Susanto, yang juga masih bertetangga. Mereka bekerja di Kapal penangkap ikan di Taiwan.

"Adik saya, (Udiantoro) dan Edi juga ikut pulang, tetapi masih karantina di Jakarta. Infonya karantina dulu 6 hari, 5 malam," ucap dia.


Sebelumnya, Bani di rumahnya Kamis (7/1/2021),  mengaku sudah iklas kematian Sunakip, dan yang terpenting jenazahnya dapat dikebumikan di kampungnya.

Bani bercerita jika anaknya merupakan lulusan SMK N 1 Tanjungsari yang merupakan SMK untuk pelayaran. Sejak kecil, memang Sunakip ingin bekerja di luar negeri termasuk pelayaran.


Pada tahun 2019, Sunakip mendaftarkan diri berangkat ke Taiwan bersama dua orang teman dan juga masih kerabatnya  Keduanya adalah Udiantoro dan Edi Susanto.


Telepon terakhir diterimanya dua bulan yang lalu, Sunakip bercerita tentang kesehatannya dan kondisi di sana. Waktu itu yang menerima telepon Wagiyah.

"Gajine lancar, tapi menerima 6 bulan sekali, tetapi di sana diperlakukan baik," ucap Bani.

Selain menelepon tentang kondisinya, Sunakip juga mengatakan sudah mengirimkan uang kepada keluarganya untuk memperbaiki rumah bagian belakang.


Bani pun bergegas untuk memotong beberapa pohon jati miliknya untuk mendukung keinginan anak. Namun belum sempat diwujudkan, Sunakip sudah meninggal dunia.

"Saya sudah ikhlas, yang terpenting dapat dibawa pulang," ucap Bani diamini Wagiyah.

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting, topik menarik, dan informasi lainnya

Aktifkan


Belum berhasil mengaktifkan notifikasi Kompas.com? Klik di sini

(KOM)

Total dibaca: 131x | Berikan Komentar!


Meira Permata Sari
Penulis : Meira Permata Sari
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (1)
Ahmad Taulany
01 Feb 2021, 07:10 WIB

waduh waduh waduh..

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Sedang Viral, [POPULER NUSANTARA] Ibu dan 2 Anak Menangis, Jalan Kaki di Tol Saat Hujan Lebat | Polisi Ancam Pidanakan Warga yang Tak Kembalikan Uang Rp 94 Juta Tercecer